Kala Pasutri Muda Sleman Pilih Usaha Kopi Ketimbang Kantoran
- 23 Apr 2026 21:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Fenomena anak muda yang memilih jalur wirausaha kembali terlihat dari kisah pasangan suami istri muda di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alih-alih mengejar karier kantoran setelah lulus kuliah, keduanya justru mengembangkan usaha kopi yang kini mulai menunjukkan hasil positif.
Naura Aulia Salsabila sang owner, mengungkapkan bahwa dirinya memang telah memiliki pengalaman berbisnis sejak sebelum menikah. Ia pernah menjalankan usaha ayam geprek di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang cukup sukses dengan penjualan ratusan porsi per hari. “Sehari itu bisa sampai jual 250 sampai 300 porsi ayam,” ujarnya.

Namun, perjalanan usaha tersebut tidak berlangsung selamanya. Faktor eksternal seperti keterbatasan tempat membuat bisnis tersebut harus dihentikan. Dari situ, Naura dan suami mencoba banting setir ke bisnis kopi keliling yang sempat menjadi tren di kalangan anak muda.
Berbekal konsep franchise di awal, mereka kemudian mengembangkan racikan kopi sendiri karena merasa kurang cocok dengan produk yang diberikan. Dari proses tersebut lahirlah brand Kopiship yang awalnya dijalankan menggunakan gerobak keliling. “Akhirnya kita R&D sendiri dengan kopi asli dan racikan kita sendiri,” katanya.
Seiring waktu, tren kopi keliling mulai menurun. Pasangan ini pun memutuskan untuk membuka kedai kopi permanen di Jalan Gito Gati, Sleman, pada awal 2025. Keputusan tersebut diambil setelah melihat perubahan perilaku konsumen yang lebih menyukai tempat nongkrong dibanding sekadar membeli kopi secara takeaway.

Naura menilai lokasi yang dipilih cukup strategis karena berada di area perkantoran dan dekat kawasan pemerintahan. Hal ini membuat kedainya ramai pada siang hari oleh para pekerja, sementara malam hari didominasi anak muda yang ingin bersantai.
Meski begitu, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Ia mengakui sempat mengalami masa sepi, terutama saat musim hujan dan ketika layanan online food belum berjalan optimal. Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting dalam mengelola arus kas dan sumber daya manusia.
Dalam menghadapi persaingan, terutama dari brand kopi besar, Naura mengaku tetap percaya diri. Ia menekankan kualitas rasa dan harga yang terjangkau sebagai keunggulan utama. “Aku merasa pede bersaing karena bisa memberikan kopi yang enak dengan harga affordable,” ucapnya.
Selain itu, strategi pemasaran juga terus dikembangkan, mulai dari memanfaatkan media sosial hingga menggandeng komunitas lokal seperti komunitas lari. Upaya tersebut terbukti mampu menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.
Ke depan, pasangan ini berencana melakukan ekspansi dengan merenovasi kedai menjadi lebih luas dan berkonsep. Mereka bahkan menargetkan pembukaan cabang baru setelah bisnis yang ada semakin stabil.
Naura pun membagikan pesan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha. Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan dan membutuhkan konsistensi serta inovasi. “Usaha itu di awal tidak ada yang manis, tapi kalau tekun dan bertahan pasti akan jalan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....