Endog Congkel Mayo Ramai Pembeli di Maguwoharjo

  • 02 Apr 2026 04:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Suasana sore di kawasan Stadion Maguwoharjo mulai dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima yang menawarkan beragam kuliner. Salah satu yang menarik perhatian adalah lapak “Endog Congkel Mayo” milik Aryo, yang menjadi pilihan jajanan bagi berbagai kalangan, terutama saat menjelang malam hari.

Aryo selaku penjual, mengungkapkan bahwa waktu operasional lapaknya cenderung fleksibel, mengikuti kondisi dan keramaian sekitar. Ia menyebutkan bahwa biasanya pembeli mulai berdatangan pada sore menjelang malam. “Biasanya mulai ramai itu sekitar jam lima atau setengah enam sore,” ujarnya.

Menurutnya, pelanggan yang datang cukup beragam dan tidak didominasi oleh satu kelompok tertentu. Mahasiswa, warga lokal, hingga wisatawan sama-sama menjadi pelanggan tetap di lapaknya. “Yang beli itu menyeluruh, ada mahasiswa, ada masyarakat lokal juga,” katanya.

Meski telah lama berjualan di kawasan tersebut, Aryo mengaku tidak memiliki pengalaman unik yang menonjol selama menjalankan usahanya. Ia menyebut aktivitas berdagang berjalan seperti biasa tanpa kejadian luar biasa. “Nggak ada pengalaman unik sih, biasa saja,” ucapnya.

Sore di Stadion Maguwoharjo, gerobak “Endog Congkel Mayo” Pak Aryo mulai ramai diserbu pembeli. (Foto: Isna Fitri Wahyuni)

Ia juga menjelaskan bahwa dinamika membuka lapak menjadi hal yang lumrah di kalangan pedagang kaki lima. Terkadang, lapak terlihat buka namun tidak beroperasi sepenuhnya, tergantung kondisi penjual. Hal ini, menurutnya, sudah menjadi hal yang dimaklumi oleh pelanggan.

Pemilihan lokasi di sekitar Stadion Maguwoharjo bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat kuliner yang ramai dan strategis, sehingga memberikan peluang besar bagi pedagang untuk menarik pembeli. Aryo mengaku memilih lokasi tersebut karena mengikuti potensi pasar yang sudah terbentuk.

Dengan konsistensi dan kesederhanaan dalam menjalankan usaha, “Endog Congkel Mayo” milik Aryo tetap menjadi bagian dari denyut kuliner di kawasan Maguwoharjo. Keberadaannya memperkaya pilihan jajanan sekaligus menjadi bukti bahwa usaha kecil tetap memiliki tempat di tengah ramainya persaingan kuliner.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....