Matcha Boy Hadirkan Minuman Premium Harga Ramah Mahasiswa
- 11 Mar 2026 14:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren minuman matcha semakin populer di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Fenomena ini turut dimanfaatkan oleh pelaku usaha minuman di Yogyakarta, salah satunya Matcha Boy yang menawarkan konsep minuman matcha premium dengan harga yang tetap terjangkau bagi mahasiswa dan pelajar.
Iqbal selaku penjual sekaligus owner Matcha Boy mengatakan tren matcha menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Ia mengusung konsep premium tasty everyday price, yakni minuman berkualitas dengan harga yang masih ramah di kantong anak muda. Menurutnya, konsep tersebut muncul setelah melihat kebiasaan mahasiswa yang ingin menikmati minuman berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi. “Kami ingin menghadirkan matcha dengan kualitas baik tetapi tetap bisa dinikmati oleh mahasiswa atau pelajar dengan harga yang masuk akal,” ujarnya.

Dalam pengembangan menu, Iqbal menjelaskan bahwa beberapa varian seperti cloud matcha dan coconut matcha merupakan menu dari perusahaan pusat karena Matcha Boy menggunakan sistem franchise. Namun, pihak outlet juga melakukan riset sendiri untuk menghadirkan menu baru yang sesuai dengan selera pelanggan. Salah satu hasil inovasi tersebut adalah varian salty cheese matcha yang dibuat berdasarkan permintaan konsumen.
Ia menuturkan, ide menu salty cheese matcha muncul karena banyak pelanggan yang menginginkan topping krim keju pada minuman matcha. Sebelumnya, varian cloud matcha menggunakan krim berbahan vanilla sehingga sebagian pelanggan meminta alternatif rasa yang berbeda. “Menu salty cheese matcha itu hasil riset kami sendiri karena banyak pelanggan yang meminta krim keju menggantikan krim vanilla,” katanya.
Untuk menjaga konsistensi rasa, Matcha Boy menggunakan bahan baku matcha yang berasal dari perusahaan mitra resmi. Meskipun banyak penawaran bahan baku dengan harga lebih murah, Iqbal memilih tetap menggunakan bahan dari pemasok utama demi menjaga kualitas produk. Selain itu, setiap penyajian minuman menggunakan timbangan agar takaran bahan tetap sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Iqbal menjelaskan bahwa harga minuman di Matcha Boy sengaja dipatok mulai sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 agar tetap terjangkau bagi target pasar utama yaitu mahasiswa dan pelajar. Ia menilai harga tersebut masih kompetitif dibandingkan minuman matcha di kafe yang umumnya dijual dengan harga di atas Rp20.000. “Kami menyesuaikan harga dengan pasar mahasiswa, jadi dengan harga sekitar Rp15.000 mereka sudah bisa menikmati matcha yang berkualitas,” ucapnya.
Selain penjualan langsung di outlet yang berlokasi di kawasan Terban, Matcha Boy juga menyediakan layanan pemesanan melalui aplikasi layanan pesan makanan untuk memudahkan pelanggan. Meski begitu, sebagian besar penjualan masih didominasi oleh pembeli yang datang langsung ke outlet. Iqbal mengakui tantangan terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah faktor cuaca karena konsep outlet masih terbuka serta keterbatasan bahan baku tertentu pada momen tertentu. “Hambatan terbesar biasanya ketika hujan karena outlet kami terbuka, selain itu kadang bahan baku seperti susu juga sempat sulit didapat pada waktu tertentu,” ujarnya.