Pelaku UMKM Kulon Progo Lakukan Transformasi Digital

  • 06 Mar 2026 22:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pelaku UMKM di Padukuhan Beran Pancasan, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan Kabupaten Kulon Progo, mulai mengadopsi QRIS sebagai alat transaksi digital. Mereka mendapat pendampingan, dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Ketua Tim KKN UMY di Padukuhan Bugel, Gigih Dwi Cahyo dan timnya berinisiatif membantu UMKM membuat QRIS, untuk memudahkan transaksi dengan konsumen. Sebab, mayoritas UMKM di Bugel, masih mengandalkan transaksi tunai.

”Kalau masih mengandalkan transaksi tuna ikan akses konsumen sangat terbatas,” ucapnya, Jumat, 6 Maret 2026. ”Jika tidak segera beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS, bisa mempersempit peluang ekspansi pasar ke luar wilayah Bugel.”

Melalui pendampingan QRIS, Gigih membantu pelaku UMKM mendaftar, memahami sistem pembayaran nontunai, hingga praktik penggunaannya. Harapannya, mereka dapat melayani generasi muda yang terbiasa dengan pembayaran digital.

Para pelaku UMKM yang menggunakan QRIS, dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan dan dompet digital dalam satu kode. Selain lebih efisien, transaksi digital juga membuka peluang pencatatan keuangan lebih rapi dan transparan.

Selain membantu penguatan ekonomi UMKM di Bugel melalui pembuatan QRIS, mahasiswa KKN UMY juga menginisiasi pembentukan bank sampah. Sehingga, warga sekitar terbiasa memilah sampah dari rumah, sebagai solusi ramah lingkungan.

Lurah Bugel, Sunardi mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa KKN UMY, karena memang selaras dengan kebutuhan masyarakat. Digitalisasi UMKM dan pengelolaan sampah merupakan dua isu strategis di desanya dan butuh pendampingan.

Rekomendasi Berita