Workshop Kreatif Semarakkan Bazar Samara Yogyakarta
- 03 Mar 2026 21:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Puluhan pasang tangan tampak sibuk membentuk kain flanel, memasukkan dakron, lalu merangkai bahan-bahan sederhana menjadi gantungan kunci mungil berbentuk binatang. Ada ikan dengan sirip menggemaskan, dinosaurus berleher panjang, paus berbadan tambun, hingga gajah dengan belalai lucu yang mengundang senyum. Suasana hangat itu menjadi potret nyata workshop kreatif bersama Bunda Sari, pengrajin lokal, yang turut memeriahkan Bazar Samara hasil kolaborasi Bank Syariah Indonesia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (BSI UMKM) Center Yogyakarta dan Maswira, Senin 2 Maret 2026.
Workshop pembuatan gantungan kunci tersebut membuktikan bahwa bazar tidak melulu soal transaksi jual beli. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi tempat berbagai kalangan duduk bersama, belajar, dan menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri. Antusiasme peserta dari komunitas Maswira maupun pelaku UMKM umum terlihat sejak awal acara. Bahkan ketika instruksi dimulai, sejumlah peserta rela berdiri agar dapat mengikuti arahan langkah demi langkah. “Seru banget! Awalnya kira susah, ternyata asyik dan nggak sesulit yang dibayangkan,” ujar salah satu peserta sambil memamerkan gantungan kunci ikan hasil karyanya. Matanya berbinar menahan bangga. Di sisi lain ruangan, seorang ibu paruh baya tampak telaten membentuk gajah kecil lengkap dengan detail belalai melengkung. “Ini buat oleh-oleh cucu di rumah,” katanya.
Bunda Sari dengan sabar membimbing peserta satu per satu. Ia tak hanya mengajarkan teknik dasar menjahit dan membentuk pola, tetapi juga berbagi kisah tentang perjalanannya merintis usaha kerajinan dari rumah hingga kini mampu mengikuti berbagai bazar. “Yang penting itu telaten dan jangan takut mencoba. Dari hal kecil bisa jadi peluang usaha,” ucapnya.
.webp)
Keberhasilan workshop ini menunjukkan bahwa masyarakat haus akan kegiatan kreatif yang menyenangkan tanpa beban. Di tengah tekanan ekonomi dan rutinitas harian yang melelahkan, momen seperti ini menjadi pelepas penat yang efektif. Peserta tidak hanya membawa pulang gantungan kunci buatan sendiri, tetapi juga pengalaman baru, rasa percaya diri, serta kebahagiaan sederhana.
Dari sisi UMKM, kegiatan semacam ini menjadi strategi efektif untuk mendekatkan produk dengan konsumen. Dengan merasakan langsung proses pembuatan, masyarakat menjadi lebih memahami nilai dan ketelatenan di balik sebuah karya. Dampaknya, apresiasi terhadap produk lokal meningkat dan peluang pasar pun semakin terbuka.
BSI UMKM Center Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai ruang inklusif yang tak sekadar mengakomodasi kepentingan komersial, tetapi juga aktivitas sosial dan kreatif yang mempererat kebersamaan. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus berkembang dengan menghadirkan beragam kelas keterampilan lain. Dengan begitu, Bazar Samara tidak hanya menjadi destinasi belanja, tetapi juga ruang belajar dan destinasi ngabuburit yang dinanti masyarakat.