Realisasi Penyaluran KUR dan UMi di DIY Akhir Januari 2026 Tembus Rp631,88 Miliar
- 02 Mar 2026 15:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kinerja APBN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) langsung menunjukkan kinerja positif pada awal tahun 2026. Salah satunya ditunjukkan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang harapannya mampu membawa UMKM di DIY naik kelas.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Juli Kestijanti melalui siaran pers yang diterbitkan 2 Maret 2026 mengatakan penyaluran KUR sampai dengan 31 Januari 2026 sebesar Rp419,67 miliar untuk 8.026 debitur. Kabupaten Sleman mendominasi dalam penyaluran KUR DIY dengan total pembiayaan sebesar Rp131,34 miliar.
"Penyaluran terbesar di sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp151,94 miliar kepada 2.751 debitur," ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi sampai akhir Januari 2026 mencapai Rp70,33 miliar untuk 13.604 debitur. Penyaluran UMi tertinggi terdapat di Kabupaten Bantul sebesar Rp3,89 miliar dengan 697 debitur.
Penyaluran UMi terbesar terdapat pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp3,49 miliar untuk 637 debitur. Sementara itu, Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur UMi tertinggi dengan capaian sebesar Rp3,16 miliar untuk 581 debitur.
Perlu diketahui, serapan Belanja Negara di DIY tercatat sangat tinggi, yakni mencapai Rp1.659,77 miliar (8,63%) dari pagu anggaran per 31 Januari 2026. Lalu, Pendapatan Negara di lingkup DIY juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp774,08 miliar atau sekitar 7,11 persen dari target.
Negara membuktikan keberpihakannya pada ekonomi daerah melalui pembiayaan Program Strategis Nasional lewat APBN. Selain mendorong pertumbuhan lokal, langkah ini merupakan upaya strategis untuk menjaga ketahanan fiskal agar tetap tangguh di tengah gejolak ekonomi dunia yang belum menentu.