Kisah Kuliner Tradisional dari Roemah Tahu Bakso

  • 15 Feb 2026 16:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Muhammad Ilham Firdaus merupakan sosok mahasiswa muda berusia 23 tahun yang sukses membangun bisnis kuliner bernama Roemah Tahu Bakso. Pemuda kreatif yang kini sedang menempuh studi Manajemen di Universitas Negeri Yogyakarta tersebut berhasil mengelola usaha dengan sangat profesional.

Rumah produksi usaha ini terletak di Gatak IX RT 05/ RW 22 Sidoluhur Godean Kabupaten Sleman. Bisnis kuliner tersebut resmi berdiri sejak awal tahun 2024 setelah melalui proses panjang pengembangan produk keluarga.

Latar belakang berdirinya Roemah Tahu Bakso berawal dari usaha camilan milik sang ayah yang telah dirintis sejak tahun 2012.

Setelah mendapatkan ilmu manajemen di kampus UNY kemudian Ilham memutuskan untuk memfokuskan bisnis pada pengolahan produk tahu bakso tersebut.

Keunikan utama dari bisnis ini adalah konsep model bercerita lewat rasa yang diwujudkan melalui dua karakter ikonik Raho serta Kano. Karakter Raho mencerminkan cita rasa autentik orang tua sementara karakter Kano mewakili inovasi rasa yang sangat disukai generasi muda.

"Saya ingin menghadirkan produk yang tidak hanya sekadar enak dimakan tetapi juga memiliki cerita mendalam bagi setiap pelanggan setia kami," ucap Ilham.

Beliau menambahkan bahwa karakter Raho dan Kano diciptakan untuk menjembatani perbedaan selera antara generasi tua dengan generasi masa kini atau gen Z.

Edisi Raho menawarkan varian ayam serta campuran sapi sementara edisi Kano menyediakan pilihan rasa tahu bakso berisi keju, ayam, abon, daging cincang, ayam pedas, hingga telur dan sosis. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif mulai dari Rp2.500 hingga Rp3.000 untuk setiap buahnya.

"Proses produksi harian kami selalu mengutamakan aspek kebersihan dengan penggunaan peralatan bahan stainless steel dan juga perlengkapan pelindung diri," ujarnya kepada RRI, Minggu, 15 Februari 2026.

Standar tinggi ini diterapkan untuk menjamin keamanan pangan bagi seluruh konsumen yang membeli produk dari Roemah Tahu Bakso setiap hari.

Dalam satu bulan rata-rata penjualan mencapai angka 6500 potong dengan kapasitas produksi harian sekitar 200an buah. Pencapaian ini membuktikan bahwa manajemen bisnis yang baik mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah menjadi lebih maju dan berkembang.

Seluruh kegiatan operasional dijalankan dengan dedikasi tinggi demi menjaga kepercayaan pelanggan terhadap kualitas rasa serta higienitas produk tahu bakso. Perpaduan antara ilmu teori manajemen dan praktik langsung di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan Ilham dalam menjalankan bisnis kuliner.

Kini Roemah Tahu Bakso semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu kuliner yang menawarkan rasa lezat dan cerita menarik. Semoga kisah inspiratif dari Muhammad Ilham Firdaus ini dapat menjadi motivasi untuk mahasiswa lainnya untuk berani memulai usaha sejak usia muda. (Gilang Kinantyo Rahmat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....