Roti Bu Dalikin Buka Cabang di Bandara Adi Sutjipto
- 17 Feb 2026 10:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pelaku usaha mikro Roti Bu Dalikin resmi membuka cabang barunya di kawasan Bandara Adi Sutjipto. Kehadiran cabang ini dinilai memberi prospek baru bagi pengembangan UMKM di area bandara. Lokasi tersebut melayani penumpang keberangkatan maupun kedatangan penerbangan domestik.
Owner Roti Bu Dalikin Lucia Dwi Dariati, menyebut aktivitas penerbangan di Bandara Adi Sutjipto cukup padat. Dalam sepekan, frekuensi penerbangan bisa mencapai 10 -13 kali per hari, terutama saat akhir pekan. Sementara pada hari biasa, jumlah penerbangan berkisar enam kali per hari.
“Kalau weekend sampai 10 kali, tapi hari-hari biasa kayak Selasa itu cuma enam kali,” ujarnya.
Lucia menjelaskan keputusan membuka cabang di bandara berawal dari pengalaman mengikuti pameran UMKM. Ia melihat tingginya mobilitas pejabat dan penumpang di kawasan tersebut. Respons terhadap produk UMKM dinilai cukup baik sejak awal.
“Kenapa saya malah milih di sini? Saya lihat prospeknya bagus banget. Waktu pameran itu ramai, banyak pejabat juga,” ucapnya.
Meski belum genap sebulan beroperasi, Lucia mengaku omzet penjualan di Bandara Adi Sutjipto meningkat signifikan. Pendapatan bulanan disebut bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan lokasi sebelumnya. Salah satu produk dengan penjualan tertinggi adalah peyek dan aneka produk kering.
Selain roti dan jajanan kering, Roti Bu Dalikin juga menghadirkan minuman kopi. Gerai ini mulai beroperasi sejak pukul 04.30 WIB untuk melayani penumpang penerbangan pagi. Menu kopi disajikan dalam bentuk cup, termasuk kopi susu dan cappuccino.
“Pagi setengah lima sudah buka, karena penerbangan pertama jam enam lima belas. Orang pasti cari kopi,” kata Lucia.
Lucia juga menyiapkan konsep pengembangan usaha berupa Angkringan Port dengan menu minuman tradisional berbasis rempah. Konsep ini direncanakan hadir di area kedatangan bandara. Menu yang disiapkan antara lain wedang jahe, wedang secang, wedang uwuh, wedang pletok, hingga ronde.
“Konsepnya nanti kopi rempah sama wedang-wedangan. Kita juga memberdayakan UMKM lain,” ujarnya.
Pengembangan gerai baru tersebut ditargetkan mulai berjalan menjelang Lebaran. Lucia menilai lonjakan penumpang pada periode tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM bandara. Ia juga menegaskan proses kurasi produk tetap dilakukan karena lokasi bandara melayani segmen penumpang tertentu.
Melalui ekspansi ini, Lucia berharap Roti Bu Dalikin semakin dikenal sebagai produk UMKM khas Yogyakarta. Ia juga ingin membuka ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM lain untuk tumbuh bersama di kawasan bandara. Menurutnya, akses pasar dan branding menjadi nilai utama yang diperoleh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....