Kisah Pramu Atmaji Merintis Bisnis Pempek Hingga ke Mal

  • 23 Jan 2026 11:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Usaha kuliner pempek, siomay, dan batagor milik Pramu Atmadji menjadi salah satu pilihan makanan yang bertahan dan berkembang di Yogyakarta. Pria berusia 52 tahun ini dikenal sebagai pemilik gerai pempek Palembang yang kini beroperasi di sejumlah titik strategis, termasuk pusat perbelanjaan dan kawasan kampus.

Salah satu gerai pempeknya saat ini berlokasi di area Hypermart Jogja City Mall (JCM). Perjalanan panjangnya di dunia kuliner dimulai sejak puluhan tahun lalu sebagai pekerja lapangan hingga akhirnya berdiri sebagai pemilik usaha sendiri.

Pramu Atmadji menuturkan, dirinya mulai berjualan pempek sejak awal 1990-an dengan mengikuti pengusaha asal Palembang. Pengalaman tersebut membawanya berkeliling berbagai kota di Indonesia, khususnya saat terlibat dalam pembukaan gerai di bawah perusahaan ritel besar.

“Saya itu lama ikut orang, kurang lebih sepuluh tahunan, dan hampir setiap ada pembukaan saya selalu dikirim ke lapangan,” ujarnya.

Keputusan untuk membuka usaha mandiri muncul setelah ia merasa lelah terus berpindah kota. Yogyakarta menjadi titik awal kemandiriannya dengan membuka gerai sendiri, sebelum kemudian berkembang ke Solo dan beberapa lokasi lain. Namun, seiring waktu, ia memilih untuk memusatkan usaha di Yogyakarta. “Ternyata rezekinya di Jogja malah lebih banyak, jadi sekarang saya fokus di sini saja,” katanya.

Saat ini, usaha Pramu Atmadji melayani konsumen di pusat perbelanjaan dan lingkungan kampus, salah satunya di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, pasar mahasiswa memiliki karakter khusus yang menuntut harga terjangkau, namun kualitas tetap terjaga. “Kalau di kampus itu harus bagus barangnya, higienis, tapi harganya tetap masuk akal,” ucapnya.

Dalam menjaga kualitas, Pramu Atmadji mengaku konsisten menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utama pempek, meski harganya relatif mahal dan pasokannya tidak selalu mudah. Ia juga memastikan seluruh proses produksi dilakukan tanpa bahan pengawet dan dibuat secara harian agar tetap segar. “Saya bikin setiap hari supaya fresh, nggak pakai pengawet sama sekali,” ujarnya.

Selain pempek, siomay, dan batagor, Pramu Atmadji juga memproduksi tahu bakso dari rumah yang peminatnya cukup tinggi, terutama untuk pesanan kantin dan acara tertentu. Meski demikian, keterbatasan tenaga membuatnya selektif dalam menerima pesanan besar. “Saya nggak mau memaksakan kalau tenaganya nggak ada, yang penting kualitas tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, salah satu pelanggan Yogi, mengaku pertama kali mencoba pempek tersebut secara tidak sengaja saat berbelanja di Jogja City Mall (JCM). Ia mengapresiasi rasa dan harga yang ditawarkan. “Awalnya cuma lapar, tapi pas nyobain pempeknya enak banget dan harganya terjangkau. Kapan-kapan saya mau coba siomay sama batagornya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....