Harga Ayam Melejit, Pedagang Beringharjo Keluhkan Sepinya Pembeli

  • 03 Sep 2026 23:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Harga ayam potong di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga ayam potong di tingkat pedagang berada di kisaran Rp43.000 per kilogram, sedangkan di sejumlah lapak eceran mencapai Rp45.000 per kilogram. Kondisi tersebut mulai dirasakan sejak pertengahan Juni 2026 dan berdampak terhadap pedagang, konsumen, hingga pelaku usaha kuliner.

Sebelumnya, harga ayam potong berada di kisaran Rp33.000 per kilogram. Harga kemudian naik secara bertahap menjadi Rp35.000, Rp38.000, hingga Rp39.000 per kilogram. Dalam perkembangan terakhir, harga kembali mengalami kenaikan dan menembus Rp43.000 per kilogram. Kenaikan tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Kondisi serupa dirasakan Ajeng, salah seorang pembeli yang sehari-hari berjualan nasi bungkus. Menurutnya, kenaikan harga ayam cukup memengaruhi biaya produksi usaha makanan yang dijalankannya. Ia terpaksa mengurangi jumlah ayam yang dibeli agar pengeluaran tidak semakin besar. “Ini harga sudah terlalu tinggi, seperti saat Lebaran, sudah tidak normal,” kata Ajeng.

Menurut Ajeng, tingginya harga bahan baku membuat pelaku usaha kuliner harus kembali menghitung biaya produksi. Mereka dihadapkan pada pilihan mengurangi penggunaan ayam atau menaikkan harga jual makanan. Namun, kenaikan harga jual juga dinilai berisiko mengurangi daya beli konsumen. “Kami harus pintar-pintar menghitung supaya usaha tetap jalan, tetapi harga jual kepada pelanggan tidak naik terlalu tinggi,” ujarnya.

Harga ayam potong di Pasar Beringharjo kini mencapai Rp43.000–Rp45.000 per kilogram. Kenaikan harga membuat pembeli mengurangi belanja, sementara pedagang menghadapi penjualan yang semakin sepi. (Foto: RR/HE)

Kenaikan harga ayam juga berdampak langsung terhadap penjualan pedagang di Pasar Beringharjo. Harti, salah seorang pedagang ayam, mengatakan jumlah pembeli mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan kondisi normal. Jika biasanya mampu menjual sekitar 1,5 hingga 2 kuintal ayam dalam sehari, kini penjualannya hanya berkisar 50 kilogram. “Sepi, tidak ada pembeli. Paling laku 50 kilogram. Biasanya kalau harga normal 1,5 sampai 2 kuintal,” ujar Harti.

Pedagang lainnya, Ida, juga merasakan kondisi serupa. Menurutnya, kenaikan harga membuat konsumen semakin mengurangi pembelian. Ia mengatakan harga ayam sempat berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika kondisi pasar lebih murah. “Sepi, Mas. Pembelinya semakin berkurang. Pas libur pernah murah sampai Rp30.000 hingga Rp28.000,” ujar Ida. Untuk mengantisipasi kerugian, pedagang memilih mengurangi stok agar ayam tidak tersisa terlalu banyak.

Para pedagang berharap pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga ayam sehingga tidak terus mengalami kenaikan. Harga di kisaran Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram dinilai lebih ideal bagi pedagang maupun konsumen. Harga yang terkendali diharapkan dapat meningkatkan kembali daya beli masyarakat, menjaga keberlangsungan usaha kuliner, serta memulihkan aktivitas jual beli di Pasar Beringharjo. Dengan harga yang lebih stabil, pedagang berharap kondisi pasar kembali ramai seperti sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....