Deflasi Terjadi Lagi
- 05 Agt 2026 12:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami deflasi bulanan sebesar 0,31 persen pada Juli 2026. Kondisi ini terjadi untuk kedua kalinya, setelah deflasi yang sama terjadi pada bulan Januari lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuninsih menyebut salah satu penyebab, terjadinya deflasi bulanan pada Juli 2026. Yaitu, penurunan harga sejumlah komoditas pangan.
”Seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan tomat, dengan andil sekitar 0,39 persen” katanya secara tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026. ”Kondisi deflasi terjadi, seiring melimpahnya pasokan panen dari sejumlah daerah.”
Selain itu, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga memberikan andil deflasi DIY pada Juli 2026. Terutama dipicu turunnya harga emas perhiasan yang mengikuti tren penurunan harga emas dunia.
| Baca juga: Inflasi Bulanan DIY Sebesar 0,15 Persen |
Sementara itu, sejumlah kelompok pengeluaran masih mengalami inflasi. Terutama Kelompok Transportasi, akibat kenaikan harga bensin secara rata-rata selama Juli 2026, serta Kelompok Pendidikan seiring dimulainya tahun ajaran baru.
”Komoditas seperti wortel, ketimun, dan bawang putih juga turut memberikan andil inflasi pada Juli,” ujarnya. ”Perkembangan harga komoditas secara umum terkendali.”
Secara tahunan, inflasi DIY sebesar 2,54 persen disumbang Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Andil inflasinya sekitar 0,90 persen, akibat kenaikan harga emas perhiasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....