Pajak Bertutur Kenalkan Manfaat Pajak kepada Siswa SD

  • 05 Sep 2026 10:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Kepala KPP Pratama Sleman, M. Andi Setijo Nugroho, bersama tim Pajak Bertutur (Patur) 2026 mengunjungi SD Muhammadiyah Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis 3 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 2 sekolah tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengenalkan manfaat pajak kepada generasi muda sejak usia dini.

Pajak Bertutur tahun ini diikuti 37 siswa yang merupakan perwakilan dari kelas 1 A hingga 1 F. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Estri Rukmiyanti. Para siswa diajak mengikuti seluruh rangkaian acara secara tertib sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan edukatif.

Kepala KPP Pratama Sleman M. Andi Setijo Nugroho bersama Udin, Humas SD Muhammadiyah Condongcatur, dalam momen penyerahan apresiasi pada Pajak Bertutur 2026. (Foto: Penyuluh KPP Pratama Sleman/Dwi Apriyanto)

Dalam sambutannya, M. Andi Setijo Nugroho menyampaikan pesan kepada para siswa mengenai pentingnya belajar dan menjadi generasi yang dapat berkontribusi bagi bangsa. Ia juga mengenalkan pajak sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan negara. “Pada hari ini kalian akan belajar mengenal pentingnya peran pajak bagi kita. Dengan rajin belajar maka kalian semua akan menjadi generasi emas yang cerdas dan membanggakan,” ujar Andi.

Edukasi kemudian dikemas melalui dongeng dan animasi yang dibawakan Penyuluh Pajak KPP Pratama Sleman, Maria dan Isabella. Para siswa diajak mengikuti kisah tokoh fiksi Elano dan Kinar yang berpetualang di Hutan Garudeya untuk mengumpulkan kristal energi. Kristal tersebut dianalogikan sebagai sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam cerita.

Kepala KPP Pratama Sleman M. Andi Setijo Nugroho bersama Kirania, siswi Kelas 1A SD Muhammadiyah Condongcatur, dalam kegiatan Pajak Bertutur 2026. (Foto: Penyuluh KPP Pratama Sleman/Dwi Apriyanto)

Melalui kisah tersebut, siswa diperkenalkan pada fungsi pajak dalam kehidupan sehari-hari dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Isabella menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat kepada negara dapat mendukung penyediaan berbagai fasilitas publik. “Kristal energi yang dimiliki Elano sama halnya dengan pajak yang ayah dan bunda kalian bayarkan kepada negara. Dengan pajak tersebut, negara mampu memberikan berbagai fasilitas untuk warga berupa jalan, jembatan, penerangan, membangun gedung sekolah, rumah sakit dan masih banyak lagi,” tutur Isabella.

Selain dongeng, kegiatan juga dilengkapi permainan kelompok dengan misi mengumpulkan kristal energi. Para siswa bekerja sama untuk menyelesaikan permainan hingga kristal yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai fasilitas bagi masyarakat. Aktivitas tersebut sekaligus menanamkan nilai kerja sama dan gotong royong kepada peserta, sembari memperkenalkan hubungan antara pajak dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Pajak Bertutur 2026, KPP Pratama Sleman berupaya membangun pemahaman pajak sejak bangku sekolah dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia peserta. Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pajak sekaligus membentuk generasi yang memahami perannya dalam pembangunan Indonesia. “Kelak teruslah mencintai negara Indonesia dan turut serta dalam membangun peradaban yang unggul dan penuh semangat,” ujar Andi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....