Emas Perhiasan Penyebab Inflasi Tertinggi pada Februari

  • 03 Mar 2026 20:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi 0,68 persen, dari bulan Januari ke Februari 2026. Sedangkan secara tahunan, inflasi Februari 2026 terhadap Februari 2025 sebesar 4,91 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menyampaikan, inflasi bulan Februari 2026 dipengaruhi kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama. Khususnya kelompok perawatan pribadi serta kelompok makanan.

Secara bulanan, perawatan pribadi dan jasa lainnya merupakan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi. Besaran inflasinya mencapai 4,17 persen, terutama dipengaruhi harga komoditas emas perhiasan yang andilnya cukup besar.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi 1,35 persen. Kenaikan harga kelompok ini didorong peningkatan harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

”Untuk kelompok transportasi mengalami deflasi, yang prosentasenya sebesar 0,21 persen,” katanya, melalui berita resmi statistik, Senin, 2 Maret 2026. ”Sehingga turut menahan laju inflasi secara keseluruhan pada bulan Februari 2026.”

Jika dilihat dari komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar, terdapat lima komoditas utama yang memberikan andil cukup signifikan. Yaitu emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, serta telur ayam ras.

Kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut, dipengaruhi dinamika permintaan serta kondisi pasokan komoditas di pasar. Perubahan harga tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan inflasi sepanjang tahun.

Rekomendasi Berita