Kelola Gaji Pertama Bijak Demi Masa Depan Finansial
- 04 Jun 2026 14:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menerima gaji pertama sebagai pekerja baru atau fresh graduate menjadi momen yang paling dinantikan banyak anak muda. Namun di balik rasa bangga tersebut, tidak sedikit pekerja muda yang justru langsung menghabiskan penghasilannya dalam waktu singkat akibat euforia belanja dan gaya hidup konsumtif masyarakat urban.
Fenomena tersebut semakin sering terjadi di tengah berkembangnya tren belanja digital, gaya hidup media sosial, hingga kemudahan layanan pembayaran instan. Banyak pekerja muda tergoda memenuhi berbagai keinginan yang sebelumnya tertunda setelah mulai memiliki penghasilan sendiri. Kondisi itu membuat edukasi mengenai literasi keuangan dinilai semakin penting untuk diterapkan sejak awal karier.
Perencana keuangan independen Felicia Putri Tjiasaka menegaskan bahwa disiplin finansial harus dibangun sejak menerima gaji pertama. Menurutnya, banyak anak muda gagal mengatur keuangan karena lebih mengutamakan gaya hidup dibanding kebutuhan jangka panjang. “Gaji pertama itu ujian emosi. Banyak anak muda gagal di fase ini karena langsung memuaskan semua keinginan yang dulu tertunda,” ujarnya.
Dalam konten edukasi finansial terbarunya di platform YouTube pada Mei 2026, Felicia menyarankan pekerja muda menerapkan formula pengelolaan keuangan 50/30/20. Sebanyak 50 persen gaji dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan pribadi, dan 20 persen wajib disisihkan sebagai tabungan atau investasi sejak awal bulan.
Selain itu, pekerja muda juga dianjurkan mulai membangun dana darurat sebagai perlindungan finansial di situasi mendesak. Dana tersebut idealnya mencapai minimal tiga kali jumlah pengeluaran bulanan dan disimpan di rekening terpisah agar tidak mudah digunakan untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari.
Felicia juga mengingatkan bahaya penggunaan layanan paylater secara berlebihan, terutama untuk membeli barang nonprimer. Ia menilai kebiasaan berutang demi memenuhi gaya hidup dapat menjadi beban finansial di masa depan. “Mengelola keuangan bukan berarti tidak boleh menikmati hidup, tetapi harus tahu batas dan prioritas agar kondisi finansial tetap sehat,” katanya.
Melalui kedisiplinan mencatat pengeluaran, membatasi konsumsi, dan mulai berinvestasi sejak dini, pekerja muda dinilai dapat membangun kondisi keuangan yang lebih stabil di masa depan. Pengelolaan gaji pertama yang bijak bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk mencapai keamanan finansial jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....