Meski Gairah Menabung Masyarakat Tinggi, Pertumbuhan Kredit DIY Masih Rendah
- 26 Apr 2026 12:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kondisi sektor keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2025 menunjukkan tren positif dari sisi tabungan masyarakat, meskipun pertumbuhan kredit masih tergolong rendah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, dalam Konferensi Pers Jogja Financial Festival 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Univeritas Gadjah Mada (UGM), Jumat, 24 April 2026.
Anggito menjelaskan, proporsi penabung dengan saldo di bawah Rp100 juta mengalami penurunan sekitar 2 persen. Sebaliknya, jumlah penabung di atas Rp5 miliar justru meningkat 3 persen.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan adanya peningkatan kelas ekonomi masyarakat. Meski demikian, permintaan kredit dinilainya masih minim. “DIY naik kelas 2025. Jogja ini Pertumbuhan kreditnya rendah sekali. Gairah menabung tinggi, tapi tidak ada demand-nya permintaan untuk kredit,” ucapnya
Pertumbuhan kredit tercatat relatif rendah, yakni sekitar 6,14 persen, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di kisaran 65 persen. Surplus dana perbankan mencapai Rp31,4 triliun serta sekitar 20 persen rekening tercatat tidak aktif.
Ia menjelaskan, masih terdapat sekitar 16 persen penduduk usia produktif atau 15 hingga 70 tahun yang belum memiliki akses perbankan. Dengan demikian, pihaknya berkomitmen untuk memberikan literasi mengenai keuangan. “LPS mendukung program bahwa setiap warga Indonesia memiliki rekening pribadi,” ucapnya.
Di sisi lain, perkembangan pasar modal di DIY menunjukkan tren positif. Jumlah investor pasar modal mencapai sekitar 300.000 investor dengan kenaikan sekitar 3 persen, yang mayoritas merupakan investor ritel. Menariknya, sekitar 30 persen di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa.
Melalui gelaran Jogja Financial Festival ini, Anggito berharap edukasi dan literasi keuangan masyarakat dapat terus meningkat. Peningkatan literasi diharapkan berjalan seiring dengan meningkatnya inklusi keuangan serta kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....