Aset Perbankan DIY Tembus Rp115,6 Triliun, Tumbuh Positif di Januari 2026

  • 15 Mar 2026 02:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) menyatakan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di DIY sampai dengan data Januari 2026 dalam kondisi stabil dengan kinerja tumbuh positif, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga. Aset perbankan di wilayah DIY pada Januari 2026 mencapai Rp115,604 triliun, tumbuh sebesar 3,86 persen (yoy).

Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2026 mencapai Rp96,854 triliun, tumbuh sebesar 4,38 persen (yoy). Kredit/pembiayaan perbankan di DIY pada Januari 2026 tumbuh sebesar 3,59 persen (yoy) menjadi Rp65,507 triliun, yang didominasi oleh tiga sektor ekonomi terbesar yaitu Sektor Rumah Tangga Rp16,8 triliun; Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Rp13,01 triliun; dan Sektor Konstruksi Rp9,7 triliun.

"Pada Januari 2026 kredit/pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp27,538 triliun dengan market share mencapai 42 persen dari total kredit/pembiayaan perbankan," kata Eko Yunianto, Kepala OJK DIY dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Maret 2026.

Eko mengatakan, untuk premi asuransi jiwa pada Bulan Desember tahun 2025 mencapai Rp1.218 miliar dan mengalami kenaikan dari Desember tahun 2024 sebesar 2,88 persen yoy. Premi asuransi umum pada Bulan Desember tahun 2025 mencapai Rp 410 miliar dan tumbuh dari Desember tahun 2024 sebesar -4,61 persen yoy.

"Kinerja Perusahaan Pembiayaan pada Desember 2025 mengalami perlambatan. Penyaluran pembiayaan oleh perusahaaan pembiayaan pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp 4,3 triliun turun dibandingkan Triwulan ketiga 2025 sebesar Rp 4,4 triliun dan mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar minus 3,78 persen yoy," ucapnya.

Rasio Non Performing Financing (NPF) mengalami kenaikan menjadi 2,86 persen pada bulan Desember 2025. Sedangkan ditambahkan Eko, untuk outstanding pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,363 triliun, tumbuh 19,35 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan outstanding September 2025 yaitu 1,279 triliun dengan pertumbuhan 13,46 persen yoy. TWP 90 pada Desember 2025 tercatat 2,85 persen atau mengalami penurunan dibandingkan posisi Triwulan II 2025 yaitu 3,31 persen.

Transaksi pasar modal pada Januari 2026 mencatatkan perkembangan jumlah SID Saham sebesar 177.922 (tumbuh sebesar 4,80 persen yoy), SID Reksa Dana sejumlah 302.966 (tumbuh sebesar 3,09 persen yoy) serta SID Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 25.557 (tumbuh sebesar 2 persen yoy). Transaksi pasar modal di DIY didominasi oleh investor individu.

OJK DIY juga telah menerbitkan publikasi kinerja lembaga jasa keuangan di wilayah DIY secara rutin dalam bentuk leaflet yang dapat diakses di http://bit.ly/leafletojkdiy serta dalam bentuk laporan (http://bit.ly/asesmenkojkdiy).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....