Ini Cara Bank Kulon Progo Tingkatkan Literasi Keuangan

  • 05 Jan 2026 19:51 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Kulon Progo: PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Salah satu program ini yakni "Gebrak Pasar" dengan adalah para pedagang dan pengunjung di Pasar Sentolo Lama.

Direktur PT BPR Bank Kulon Progo, Joko Purnomo, menyampaikan, Gebrak Pasar bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur keuangan dan tidak terjebak dalam praktik pinjaman ilegal atau Pinjol.

"Tujuan kami mengadakan literasi dan inklusi keuangan ini agar Bagaimana masyarakat khususnya pedagang bisa mengatur keuangan yang baik, menjauhi rentenir, pinjol ilegal, hingga judi online," ujar Joko Purnomo, Senin (5/1/2026).

Dalam Gebrak Pasar di Pasar Sentolo lama ini, sekitar 30 pegawai Bank Kulon Progo dikerahkan untuk berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka memberikan penjelasan mengenai bahaya bunga tinggi dari pinjol ilegal atau rentenir yang bahkan bisa mencapai 10% per bulan dengan jangka waktu yang sangat pendek. Sementara untuk produk resmi perbankan, bisa jauh lebih ringan dan resmi.

"Contoh produk resmi, bunga hanya sekitar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu yang fleksibel hingga 84 bulan," ucap Joko.

Program Gebrak Pasar tersebut, lanjut Joko, adalah merupakan agenda rutin yang dilakukan dengan sasaran pedagang pasar dan Konsumen di sekitar 20 pasar tradisional di seluruh wilayah Kulon Progo.

Gebrak Pasar ini mendapatkan dukungan dari Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyediakan akses modal yang aman dan legal melalui bank milik daerah. Program Super KerisKu hadir sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terhadap praktik rentenir yang menjerat.

"Saya hadir disini (Pasar Sentolo Lama) untuk memastikan berjalannya program Super KerisKu dari Bank Kulon Progo. Besar harapan saya program ini bisa diterima masyarakat sebagai layanan pinjaman untuk mengantisipasi maraknya pinjaman tidak resmi atau rentenir," ujar Agung Setyawan.

Agung berharap kemudahan akses perbankan ini mampu menjaga stabilitas ekonomi para pedagang pasar tanpa harus merasa terbebani oleh bunga yang mencekik.

"Nggih, ini layanannya namanya Super KerisKu. Monggo nanti fasilitas ini bisa dimanfaatkan para pedagang yang ada di pasar tradisional. Saya berharap apa yang disajikan oleh Bank Kulon Progo bisa membantu agar tidak terjerat rentenir. Semoga program ini bermanfaat bagi masyarakat semua," ujar Agung. (har/rini)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....