Cabai Magelang Diminati di Yogyakarta, Hasto Wardoyo Ungkapkan Faktanya
- 27 Feb 2026 23:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Namun, sebuah fakta menarik terungkap di lapangan, konsumen hingga pedagang ternyata lebih memilih cabai asal Magelang dibandingkan cabai dari Kabupaten Kulon Progo.
Hal ini menjadi fenomena yang menarik di tengah upaya semangat mengangkat produk lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun kenyataannya tidak mesti sesuai dengan harapan, salah satunya produk lokal cabai Kabupaten Kulon Progo.
Fenomena ini pun diakui Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta, Rabu, 25 Februari 2026. Mantan Bupati Kulon Progo ini juga mengungkapkan tantangan tersendiri dalam meningkatkan minat bela beli produk sendiri.
"Kami berharap ya meskipun cabainya Kulon Progo tidak menjadi idola bagi konsumen di kota. Tetapi kan adanya suplemen-komplemen cabai dari Kulon Progo harapan saya bisa mengendalikan harga secara keseluruhan itu," katanya.
Meski menjadi tantangan tersendiri dalam bela beli Kulon Progo, tetapi Hasto lantas tidak memaksakan keinginan dalam upaya pengendalian harga dari produk lokal DIY. Sehingga upaya yang bisa dilakukan adalah menambahkan lagi kerja sama antar daerah dengan Magelang, Jawa Tengah.
"Karena dari laporan memang sudah saya dengar agak beberapa waktu lama bahwa peminat cabai Magelang lebih tinggi daripada peminat cabai Kulon Progo," ucapnya.
Rasa penasaran minat cabai dari Magelang di Yogyakarta ini mendorong Hasto Wardoyo untuk menganalisis lebih jauh. Dan terungkap bahwa memang cabai dari gunung atau dari Magelang jauh lebih pedas, lebih tahan lama.
"Itu yang tidak bisa kita pungkiri sehingga pedagang dan konsumen mau tidak mau milih yang lebih tahan lama. Tapi makanya kita, ya sudahlah kita ngalah lah, kita juga akan kerja sama dengan Magelang biar mengendalikan harga cabai itu bisa terlaksana," ujarnya.
Dalam HLM TPID, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi juga menjelaskan, bahwa secara teknis cabai produksi Magelang lebih unggul di mata pedagang. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan.
Menurut Sukidi, lingkungan tempat tumbuh sangat memengaruhi kualitas fisik sayuran termasuk cabai, yang permintaannya di Kota Yogyakarta terbilang tinggi. Kondisi ini yang membuat para pedagang di pasar-pasar besar di Kota Yogyakarta lebih memilih menyetok cabai Magelang demi menghindari kerugian akibat barang yang cepat rusak.
"Komoditas dari daerah pegunungan yang suhunya dingin itu kulitnya lebih tebal, dan kadar airnya lebih rendah. Itu yang membuat dia awet disimpan. Kalau dari pesisir, kadar airnya tinggi, jadi lebih cepat busuk, atau mengkerut," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani memastikan, stok cabai selama bulan Ramadan di Kota Yogyakarta saat ini dalam kondisi aman. Disamping itu untuk kondisi harga yang sempat melambung tinggi juga sudah menunjukkan tren penurunan.