Bank Kulon Progo Bersinergi dengan Dikpora

  • 08 Agt 2025 16:54 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Kulon Progo: PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo sepakat menjalin kerjasama terkait gerakan ayo menabung. Dalam rangka implementasi program satu rekening satu pelajar (Kejar). Melalui kerjasama ini harapannya siswa di Kabupaten Kulon Progo semakin gemar menabung demi masa depannya.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Kulon Progo atas inisiatif dan komitmen yang luar biasa dalam mendukung literasi keuangan sejak dini melalui Program Simpanan Pelajar (SimPel)," ucap Nur Wahyudi, di Kulon Progo, Jumat (8/8/2025).

Wahyu menilai, program tersebut merupakan sinergi yang sangat baik antara dunia perbankan dan pendidikan dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang gemar menabung, bijak dalam mengelola keuangan, dan memiliki tanggung jawab finansial.

Program SimPel ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Surat Edaran Bupati Nomor 400.3/2648 tanggal 24 Juli 2025 tentang Optimalisasi Akses Keuangan dan Akselerasi Implementasi Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).

Program kejar Adalah progam nasional yaitu dengan dikeluarkan Kepres Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusisi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan Masyarakat.

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada sekolah yang aktif menjalin kerja sama dengan Bank Kulon Progo. Guru mendampingi tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga mengedukasi pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bagian dari pendidikan karakter," ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo memandang literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masa depan siswa.

"Jadi kami mendukung Program SimPel sebagai salah satu upaya nyata mendukung Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kami menyadari, tantangan ke depan semakin kompleks seperti pinjaman online ilegal yang mungkin menyasar kalangan pelajar. Peran guru dan orang tua sangat vital dalam membentengi anak-anak dari hal-hal yang merugikan," ucap Nur Wahyudi.

Ke depannya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo akan terus mendorong integrasi edukasi keuangan, terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Juga memperluas kolaborasi dengan lembaga keuangan yang legal, terpercaya, dan berpihak pada pendidikan.

"Semoga ini membentuk generasi Kulon Progo yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi masa depan dengan kemampuan literasi keuangan yang kuat," ucapnya.

Direktur Utama Bank Kulon Progo, Joko Purnomo mengatakan, pihaknya selalu berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan sejak dini, salah satunya melalui program simpanan pelajar atau Simpel.

Hingga 31 Juli 2025, Program Simpel, sudah berjalan dengan sangat baik. Program Simpel dan TabunganKu di Bank Kulon Progo telah mencapai Rp30.079 Rekening dengan total Rp24,3 Miliar. "Angka yang sangat membanggakan karena menunjukkan semangat menabung yang luar biasa," kata Joko.

Joko mengajak sekolah bisa mendorong siswa untuk rajin menabung dan hidup hemat. Terkait dengan Simpel dan TabunganKu, Bank Kulon Progo saat ini sudah bekerja sama dengan 398 sekolah Mulai dari PAUD hingga setingkat SMA. Sosialisasi juga terus dilakukan kepada berbagai sekolah di Kulon Progo. Pada bulan Juni dan Juli 2025, sosialisasi sudah menyasar 88 Sekolah.

"Kami terus melaksanakan kegiatan edukasi, literasi, dan sosialisasi menabung sejak dini di sejumlah sekolah. Kami juga berterima kasih pada Bupati Kulon Progo yang menerbitkan Surat Edaran No. 400.3/2648/24 Juli 2025 tentang optimalisasi akses keuangan dan akselerasi, implementasi program kejar atau Satu rekening, satu pelajar di Kabupaten Progo," ungkapnya.(hrn/atang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....