Perluas Akses Keuangan, BPD DIY Dukung Penguatan Lumbung Mataraman

  • 31 Jul 2026 18:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— PT Bank BPD DIY terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui program Lumbung Mataraman. Bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), bank daerah tersebut berpartisipasi dalam penguatan ekosistem keuangan inklusif di kawasan Lumbung Mataraman Bendung, Kapanewon Semin.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi sinergi yang dibangun antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan Bank BPD DIY dalam mendampingi pengembangan Lumbung Mataraman. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kamu berharap dukungan yang diberikan Bank BPD DIY melalui program tanggung jawab sosial perusahaan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” ujarnya.

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, pengembangan Lumbung Mataraman diarahkan agar tidak lagi dikelola secara konvensional, melainkan dengan pendekatan yang lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasar.

“Tentu Bank BPD DIY tidak hanya berperan sebagai lembaga penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi daerah. Dengan semakin banyak transaksi yang berlangsung di lingkungan masyarakat, perputaran uang akan tetap berada di daerah sehingga mampu meningkatkan kapasitas ekonomi warga,” ucapnya.

Bank BPD DIY juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung operasional Lumbung Mataraman di beberapa wilayah. Bantuan yang diberikan meliputi mesin pencacah sampah plastik bagi Lumbung Mataraman Bendung, peralatan pertanian untuk Lumbung Mataraman Wukirsari, dua unit kendaraan pengangkut sampah bagi Lumbung Mataraman Giripeni, serta bantuan mulsa untuk Lumbung Mataraman Glagaharjo.

Sementara itu, Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan bahwa OJK terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta lembaga jasa keuangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.

Selain seremoni penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan ekosistem keuangan inklusif. Peserta turut meninjau kawasan Lumbung Mataraman Bendung sebagai salah satu contoh pengembangan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....