Tangkap Peluang Bisnis Musiman Iduladha, Agung Ingatkan Pentingnya Merk Dagang

  • 31 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum menjelang Hari Raya Iduladha selalu membuka pintu rezeki yang sangat besar. Karakteristik bisnis Iduladha ini umumnya bersifat musiman (seasonal), namun memiliki perputaran uang yang sangat cepat dan margin keuntungan yang tinggi.

Di Yogyakarta, momentum ini tidak hanya menjadi ladang berkah bagi para peternak hewan kurban, tetapi juga memicu lonjakan kreativitas pada sektor bisnis pendukung. Salah satu tren yang paling kuat saat ini adalah pergeseran ke arah Penyedia Wadah Ramah Lingkungan—seperti besek bambu dan daun jati—untuk distribusi daging kurban, serta bisnis Bumbu Instan & Kuliner Olahan.

Namun, di tengah perputaran ekonomi yang cepat ini, bagaimana para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY dapat memastikan bisnis musiman mereka naik kelas dan terlindungi secara hukum? Di sinilah peran penting Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY hadir melalui kemudahan layanan Kekayaan Intelektual (KI).

Saat ini, ada gerakan masif dari berbagai takmir masjid dan panitia kurban di Yogyakarta untuk mengurangi penggunaan kantong plastik hitam. Alternatifnya, penggunaan besek bambu, daun jati, hingga daun pisang menjadi pilihan utama dalam semangat Green Kurban.

Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto mengungkapkan, Yogyakarta dengan sentra kerajinan bambunya yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Sleman dan Bantul, memiliki keunggulan kompetitif yang luar biasa. Geliat produksi besek massal menjelang Iduladha ini bukan sekadar bisnis musiman.

“Jika dikelola dengan baik, anyaman khas Yogyakarta ini memiliki potensi besar untuk didaftarkan sebagai bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) atau pengembangan Merek Dagang Kolektif bagi para pengrajin lokal,” katanya, Selasa, 26 Mei kemarin.

Selain wadah ramah lingkungan, pasca-Iduladha adalah waktu emas bagi para penyedia bumbu instan rumahan (bumbu sate, gulai, rendang) serta jasa penggilingan daging bakso. Antrean warga yang ingin mengolah daging kurban dipastikan mengular.

“Bagi Anda yang menangkap peluang ini dengan membuat formulasi bumbu instan yang khas, momentum Iduladha bisa menjadi batu loncatan untuk membangun brand yang permanen. Agar racikan bumbu khas Anda tidak ditiru oleh kompetitor, pendaftaran Merek Dagang ke Kanwil Kemenkum DIY menjadi langkah krusial,” ujar Agung.

Dengan memiliki merek yang terdaftar resmi, bisnis yang awalnya hanya bersifat musiman menjelang hari raya, memiliki legalitas kuat untuk berkembang menjadi bisnis skala nasional yang masuk ke pasar modern dan e-commerce.

Memanfaatkan momentum bisnis Iduladha dengan strategi yang tepat akan membawa keuntungan optimal. Salah satu strategi kunci suksesnya adalah memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen melalui legalitas usaha.

Kanwil Kemenkum DIY terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha di Yogyakarta, baik dalam hal:

1. Pendaftaran Merek Dagang: Melindungi nama produk bumbu instan, jasa digital, atau produk kerajinan Anda.

2. Perseroan Perorangan: Memberikan kemudahan bagi UMKM untuk berbadan hukum hanya dengan modal minimalis dan proses yang cepat.

Melalui komitmen #LayananHukumMakinMudah, seluruh proses konsultasi dan pendaftaran kini dapat diakses secara digital dan transparan.

“Jadi, selain meraup keuntungan finansial dari cepatnya perputaran uang di momentum Iduladha, pastikan aset kreatif dan fondasi hukum bisnis Anda telah terlindungi dengan baik. Mari jadikan momentum Hari Raya Iduladha tidak hanya sebagai ladang ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kreatif Yogyakarta yang legal dan berdaya saing tinggi,” ucapnya, menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....