Ekspor Industri Unggas Indonesia Berpotensi Besar
- 03 Feb 2026 11:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Industri perunggasan nasional memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia. Untuk itu diperlukan strategi dan upaya guna memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan produk perunggasan global.
Andri Hanindyo Wibowo, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menyebut kondisi surplus produksi ayam ras nasional yang berpeluang dikembangkan untuk pasar ekspor. Pada 2024, Indonesia tercatat mengalami surplus daging ayam ras dan telur ayam ras, yang apabila tidak diimbangi dengan perluasan pasar, berpotensi menekan harga di tingkat peternak.
“Maka perlu penguatan strategi diversifikasi produk dan pasar, pemanfaatan teknologi digital dalam produksi dan distribusi, serta peningkatan sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya,”ujarnya.
Ia melakukan riset mengenai hal ini dalam disertasinya yang berjudul “Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Ayam Ras Indonesia di Pasar Internasional”. Disertasi ini dipertahankannya di depan para penguji pada Senin, 2 Februari 2026.
| Baca juga: Ekspor DIY Tumbuh Positif |
Andri menyoroti Penelitian ini menganalisis data ekspor produk ayam ras Indonesia periode 2014–2023 dengan menggunakan berbagai pendekatan, antara lain Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Market Share Index (MSI), Gravity Model, Porter’s Diamond, dan analisis SWOT. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan, dan UN Comtrade, serta didukung data primer dari pelaku industri dan pemangku kebijakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk ayam ras Indonesia memiliki tren ekspor yang positif dan telah dipasarkan ke 39 negara. Produk ayam hidup menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 65 persen dari total nilai ekspor. Sejumlah produk ayam ras juga terbukti memiliki keunggulan komparatif dan potensi pengembangan di pasar internasional.
“Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jarak geografis dan kondisi ekonomi negara tujuan memengaruhi kinerja ekspor. Dari sisi daya saing industri, strategi dan struktur perusahaan serta dukungan kebijakan pemerintah, khususnya penyederhanaan prosedur ekspor, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing produk ayam ras Indonesia,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....