Bisnis Fintech Ubah Strategi

  • 28 Des 2025 19:26 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Jakarta: Bisnis Fintech di Indonesia mengalami perubahan strategi dan pendanaan. Selama tahun 2025 tercatat, sebanyak 43,4 persen perusahaan Fintech memilih untuk tidak lagi aktif mencari pendanaan eksternal.

”Ini meningkat dari 38,9 persen pada 2024, yang menandakan pergeseran fokus industri ke arah optimalisasi internal dan pencapaian profitabilitas,” ujar Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir melalui siaran pers tertulis, Minggu (28/12/2025).

Di saat yang sama, optimisme terhadap perekrutan tenaga kerja tetap tinggi, dengan 57,38 persen perusahaan berencana menambah karyawan tahun ini. Jumlah perusahaan yang melakukan perampingan juga menurun drastis.

”Menjadi hanya 16,33 persen, menunjukkan bahwa sektor fintech telah melewati fase efisiensi dan kembali memasuki fase ekspansi,” kata Pandu.

Disamping itu, sebanyak 94,26 persen responden menilai, kerangka regulasi pemerintah semakin mendukung inovasi dan investasi sektor digital. Situasi ini menjadi modal penting untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan.

Termasuk memperluas manfaat ekonomi digital, dan meningkatkan daya saing industri fintech Indonesia. Kemudian dari sisi tata kelola, perbaikan signifikan juga terlihat terutama pada tingkat kepatuhan anggota terhadap Kode Etik AFTECH.

”Terus meningkat, mencapai 73,77 persen pada 2025, naik dari 69,47 persen pada 2024,” ucapnya.

ISO/IEC 27001 tetap menjadi standar internasional yang paling banyak diadopsi oleh perusahaan fintech, dengan 88,04 persen responden melaporkan telah menerapkannya pada 2025. Model bisnis fintech turut mengalami transformasi.

Proporsi pengguna utama di segmen business-to-business (B2B) melonjak dari 27,48 persen pada 2024 menjadi 50 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan sektor korporasi terhadap fintech sebagai mitra transformasi digital.

”Ekspansi global juga semakin menguat, dengan perusahaan yang melayani pengguna internasional meningkat dari 56 persen pada 2024 menjadi 64 persen pada 2025,” ucapnya. (r-ws/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....