Kekayaan Herbal Indonesia Belum Dikelola Optimal

  • 30 Nov 2025 22:38 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Nilai pasar tanaman obat dunia mencapai 300 juta USD, namun Indonesia yang memiliki kekayaan potensi herbal baru berkontribusi sekitar dua persen saja.

”China dan India sudah jauh lebih dulu mengembangkan tanaman herbal sebagai obat dan kini mendominasi pasar internasional,” kata Purwanto selaku pemilik usaha tanaman herbal dari Riau, dalam kuliah daring yang digelar UMY, Jumat (28/11/2025).

Saat ini, sumber daya herbal yang luar biasa di Indonesia, masih belum dikelola secara maksimal. Kondisi ini seharusnya menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk menciptakan inovasi pengobatan penyakit berbasis tanaman lokal.

Dalam pengelolaan usaha herbal keluarga yang kini berkembang pesat, terdapat beberapa tantangan besar, namun bukan dari sisi permintaan, melainkan dari ketersediaan bahan baku.

”Produksi yang kami jalankan membutuhkan pasokan stabil, sementara tanaman yang kami budidayakan sendiri tidak mencukupi. Kami terpaksa membeli dari luar dengan harga tinggi, dan itu tentu memengaruhi profit,” ucapnya.

Meski demikian, usaha herbal tersebut tetap menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Purwanto menyebut omzet produk herbal yang dikelolanya dapat mencapai lebih dari Rp50 juta per bulan.

”Ini menjadi bukti bahwa sektor ini memiliki prospek cerah bagi pelaku usaha baru, termasuk mahasiswa,” ujarnya. (r-ws/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....