Kembang Suket Kali Progo yang Menarik Perhatian Pengunjung Vredeburg

  • 03 Okt 2026 21:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kawasan bersejarah Benteng Vredeburg di tengah Kota Yogyakarta tiba-tiba dipenuhi keindahan warna - warni dari kain tradisional Nusantara pada hari Sabtu tanggal 3 Oktober 2026. Pameran tunggal bertajuk Batik DeNAM9: Kembang Suket Kali Progo berhasil menarik perhatian banyak orang.

Termasuk wisatawan yang sedang bersantai di akhir pekan di area Titik Nol Kilometer. Pameran yang mengusung tagline "Bakti Kami untuk Batik Nan Lestari" berlangsung dari pagi sampai malam hari, dan menampilkan 21 karya batik yang terbuat dari bahan katun premium.

Semua karya seni yang ditampilkan merupakan karya dari maestro batik, Agus Rianto, yang dibuat secara langsung di Gubug Produksi Sedayu Permai, Bantul. Karya-karya itu tercipta setelah persiapan yang matang selama sepanjang tahun, mulai dari Oktober tahun lalu hingga akhirnya dipamerkan pada Oktober tahun ini.

Dalam pameran tunggal ini, Agus menampilkan berbagai motif yang eksploratif, menggabungkan unsur-unsur klasik, modern, dan kontemporer secara harmonis.

Gagasan dan ide untuk membuat seluruh koleksi ini berasal dari pengalaman emosional masa kecil Agus Rianto, yang sering menyeberangi Sungai Progo di Kulon Progo. Aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat ditulis pada kain katun yang lembut.

Ekosistem Sungai

Lanskap dan ekosistem di sekitar sungai tersebut memberikan inspirasi untuk menciptakan pola-pola alami yang unik, seperti rumput meniran, daun galihasem, serta pengembangan motif klasik seperti Keblat Papat Lima Pancar, Kawung, dan variasi Parang.

Setiap helai kain diolah dengan teliti dan perlu kesabaran yang banyak. Agus membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk menyelesaikan satu kain batik berukuran standar. Namun, untuk karya yang penuh dengan ornamen rumit dan detail isen-isen yang padat di setiap sudutnya, proses menggambar hingga mewarnai bahkan bisa memakan waktu hingga satu minggu penuh untuk setiap kain.

Inovasi visual dan konsep pameran yang disajikan di area outdoor Benteng Vredeburg berhasil menarik perhatian para pengunjung yang lewat. Refi, seorang pengunjung dari Jakarta, mengatakan bahwa dia terpesona saat melihat deretan kain batik yang dipajang secara megah di bagian depan benteng.

Menurutnya, kombinasi warna pastel yang lembut dengan sentuhan warna gelap yang elegan menghasilkan tampilan yang terlihat segar, anggun, dan berbeda dari batik yang biasa dijual di pasaran.

Bagi Agus Rianto, pameran tunggal pertama ini menjadi momen penting dalam perjalanan karier nya sejak ia secara aktif membatik dengan intensif sejak tahun 2010 lalu.

Didorong oleh kenangan masa kecil bersama nenek dan momen batik diakui oleh UNESCO, ia menunjukkan bahwa usia tua tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya secara produktif dan hidup sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Melalui acara Kembang Suket Kali Progo, pesan penting mengenai pentingnya melestarikan tradisi batik berhasil disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Agus berharap generasi muda tidak takut untuk melanjutkan dan mencintai warisan yang sangat berharga ini agar batik Indonesia tetap bertahan hingga kini dan masa depan.

"Cintai batik, karena semakin banyak yang membuat batik, semakin unik, semakin unik maka semakin indah,"ujar Agus menutup ceritanya dengan penuh harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....