Bermukun, Satu Budaya Tiga Negara

  • 02 Okt 2026 15:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aktivitas berpantun dibalut nyanyian menjadi ciri khas masyarakat Melayu dalam berkomunikasi. Seni tradisi yang disebut bermukun ini dipadukan dengan iringan musik tradisional seperti biola, gambus, dan gendang.

Sebagai bagian dari warisan tradisi, bermukun lekat dengan berbagai acara yang digelar masyarakat Melayu. Mulai dari acara perjamuan hingga pesta pernikahan.

Delegasi Bermukun dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam menggelar acara Bermukun se-Borneo 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium RRI Yogyakarta, Jalan Affandi, Mrican, Sleman, Kamis, 1 Oktober 2026.

Direktur Program dan Produksi Radio Republik Indonesia (RRI), Mistam bersama Lembaga Penyiaran Malaysia dan Brunei Darussalam berkomitmen melestarikan bermukun. Sebab seni tradisi Melayu ini merupakan budaya bersama.

”Bermukun ini seni pertunjukkan rakyat Borneo, di Borneo ada Kalimantan Indonesia, ada Sarawak, Sabah Malaysia, dan Brunei Darussalam,” katanya. ”Kita menjaga dan melestarikan budaya ini nggak hanya satu tahun, bertahun-tahun telah kita lakukan bersama-sama.”

Tak hanya menyaksikan, para penonton Bermukun se-Borneo 2026 juga ikut ambil bagian dalam pementasan. Mereka menari bersama diiringi alunan musik dan lagu Melayu.

Ketua Delegasi Radio Television Brunei (RTB), Nurhawadah binti Ramli, menyampaikan apresiasi. ”Dari Brunei kita merasa sangat berbangga, kita tidak menyangka persembahan Bermukun mendapat sambutan hebat dari warga Jogja,” ucapnya.

Di atas panggung Auditorium RRI Yogyakarta, delegasi bermukun tiga negara tampil menyatu. Melihat keharmonisan itu, Ketua Delegasi Radio Television Malaysia (RTM), Muhammad Yusni bin Muhammad Ali, berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut.

”Ini adalah kerjasama yang bagus untuk sama-sama kita mengeratkan lagi hubungan silaturahim antara Malaysia, Brunei, dan Indonesia,” ujarnya. ”Ini amat bagus sekali, semoga diteruskan.”

Bermukun menjadi seni tradisi kebanggaan masyarakat Melayu, baik di Indonesia, Malaysia, maupun Brunei Darussalam. Di pundak generasi muda, seni tradisi ini punya harapan untuk tetap lestari menjangkau setiap zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....