Usung Tema "AKSARA", FKY 2026 Jadi Wadah Rajut Kebudayaan di Yogyakarta lewat Bahasa

  • 14 Sep 2026 06:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi dibuka di Eks Pabrik Gula Sleman atau di Lapangan Beran Sleman, Minggu, 13 September 2026. Pembukaan FKY 2026 dimeriahkan dengan tarian kolosal oleh 600 penari dari 5 kelompok seni di Yogyakarta.

Selain tari kolosal, FKY 2026 juga turut dibuka dengan pembacaan macapat oleh musisi ternama, Kunto Aji dan pembacaan geguritan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

FKY 2026 mengusung tema besar “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”. Melalui tema ini, FKY turut mengajak masyarakat untuk melihat bahasa yang tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi.

Namun, juga pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta. Tema ini menjadi bagian dari rangkaian tema pentalogi FKY yang telah berlangsung sejak 2023, yaitu Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual untuk 2027.

Masyarakat bisa menikmati berbagai sajian kesenian dan kebudayaan di FKY 2026. Diantaranya adalah pawai budaya, pasar budaya, panggung budaya, hingga pameran seni terapan. Di samping itu, pengunjung juga bisa menemukan berbagai permainan tradisional, berbagai stand makanan hingga minuman tradisional, dan pojok baca.

Pembukaan FKY 2026 tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai komunitas dan kelompok seni dari seluruh wilayah DIY. Semangat kolaborasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam pertunjukan pembukaan tahun ini.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan antusias masyarakat terbilang tinggi pada hari pertama pembukaan FKY 2026. Harda mengaku menyambut baik gelaran FKY 2026 yang dilaksanakan di Eks Pabrik Gula Lapangan Beran Sleman.

Menurutnya, ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kebudayaan di Kabupaten Sleman secara lebih luas. Sebab, menurutnya pelestarian budaya tak bisa dilakukan oleh Pemkab Sleman sendiri dan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di samping itu, FKY 2026 juga diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi pariwisata sehingga dapat mendongkrak jumlah angka kunjungan wisatawan di Sleman. Harda berharap kolaborasi tak hanya berhenti pada pagelaran FKY saja, tapi juga dalam hal lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi kesinambungan antara program di tingkat kabupaten kota maupun provinsi.

“Saya ingin kolaborasi ini ora ming iki tapi dalam penyusunan APBD sehingga program-program dari kabupaten kota provinsi tematik nyambung. Nguri-uri budaya sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. Akan jauh lebih kuat gemanya, gaungnya, dan juga kedalamannya seperti yang tadi dalam fragmennya itu kalau seperti ini. Bisa kolaborasi antar kabupaten kota provinsi,” kata Harda saat ditemui di Lapangan Beran Sleman, Minggu, 13 September 2026.

Sementara, salah satu pengunjung Mochtar mengaku terkesan dengan kegiatan FKY 2026. Warga Pandowoharjo Sleman ini sempat mengajak dua anaknya untuk menjajal permainan tradisional egrang.

Meski kedua anaknya sempat kesulitan ketika memainkan egrang, tapi Mochtar menyebut ini menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan permainan tradisional dan berbagai kebudayaan Jawa lainnya kepada generasi muda. Dia berharap, FKY bisa terus dilaksanakan rutin setiap tahun.

“Untuk FKY di Sleman ini sangat luar biasa. Mungkin kebudayaan-kebudayaan yang dulu sudah mulai hilang, ada di sini semua. Tadi baru coba (egrang) anak belum bisa tapi anak-anak senang dengan adanya tradisional begini. Mungkin semoga tahun ke depan lebih heboh lagi, lebih bersemangat lagi,” ucap Mochtar.

FKY 2026 nantinya akan digelar selama 7 hari, tepatnya pada 13-19 September 2026 di Lapangan Beran Sleman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....