Srawung Budaya se-Nusantara! DIY Jadi Tuan Rumah Temu Karya Taman Budaya XXV
- 22 Sep 2026 10:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV Tahun 2026. Mengusung "Gyaning Rasa Mantraning Nusantara" dan slogan "Srawung Karya, Gulawenthah Budaya" sejumlah ruang interaksi seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia akan digelar sejak 24 September hingga 2 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, momen reuni pertama dalam 25 tahun di Yogyakarta dalam Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ini akan menjadi ruang yang menghadirkan pengalaman tidak hanya dari para peserta, tetapi juga masyarakat. Menurutnya, selain menjadi tuan rumah nantinya di TBY akan menampilkan semua etnis yang ada di Indonesia.
Dian mengungkapkan, dalam kondisi ekonomi saat ini atau dewasa ini masyarakat menyebut in this economy, Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV Tahun 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat jejaring, membuka ruang pertukaran karya dan gagasan, serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan seni dan budaya. Melalui pertemuan ini, Taman Budaya tidak hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan ekosistem kebudayaan.
"Ini dari 26 Taman Budaya, yang hadir 17 Taman Budaya se-Indonesia dan 17 itu tidak hanya 17 orang, tetapi ada satu Taman Budaya yang sampai membawa 80 peserta," katanya dalam jumpa pers di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta, Senin, 21 September 2026.
Dian mengharapkan, Temu Karya Taman Budaya menjadi ruang terutama bagi Yogyakarta maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia, untuk terus menyebarkan ragam seni dan budaya saat kembali ke daerah masing-masing. Sehingga diharapkan kebudayaan tidak hanya berhenti dalam satu event Temu Karya Taman Budaya, tetapi menjadi awal penggerak kembalinya semangat membumikan kebudayaan di tengah-tengah masyarakat.
"Kita harapkan ini nanti dibawa pulang dipromosikan, dipublikasikan minimal bisa menjadi ATM, Amati, Tiru, Modifikasi. Sehingga kita berharap memang dari Yogyakarta 25 tahun pertama ini kita mampu memberikan dampak yang cukup signifikan, tidak hanya mereka datang dan melihat tampilan, tetapi ada sesuatu yang dibawa, sesuatu yang dipelajari, dan sesuatu yang kemudian dipraktikkan," ucapnya.
Kepala UPT Taman Budaya Yogyakarta, Purwiati menyampaikan, tema "Gyaning Rasa Mantraning Nusantara" merefleksikan perjumpaan pengetahuan, rasa, dan kekuatan budaya Nusantara. Sementara slogan "Srawung Karya, Gulawenthah Budaya" menegaskan semangat untuk mempertemukan karya sekaligus merawat, mengembangkan, dan meregenerasikan kebudayaan melalui interaksi antardaerah.
"Harapan kami memang ini menjadi satu atau barometer untuk teman-teman karya temu karya Taman Budaya se-Indonesia bagaimana penyelenggaraan dapat dikolaborasi oleh beberapa kegiatan sehingga ini menjadi memberikan dampak yang bagus untuk masyarakat. Kemudian karena kita juga menggerakkan ekonomi kreatif, mudah-mudahan ini menjadi salah satu pemantik ee kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Taman Budaya yang lainnya," ujarnya.
Total akan ada sekitar 27 gelaran seni dan budaya yang diantaranya dimulai dengan Pembukaan Pameran Suluh Sumurup Art Festival pada Kamis, 24 September hingga 2 Oktober 2026 di Ruang Galeri TBY yang merupakan pameran seni rupa yang memberikan ruang inklusif bagi seniman difabel dari DIY dan berbagai daerah di Indonesia, dengan mengusung semangat kesetaraan, apresiasi, dan pemberdayaan dalam ekosistem seni rupa. Pojok Kreatif Taman Budaya 27 September – 2 Oktober 2026, Konser Musik Orkestra Taman Budaya Yogyakarta 28 September 2026, Gelar Karawitan "Ndang Tak Gong" 29 September 2026, hingga Aksi Membatik Bersama Kain 25 Meter pada 2 Oktober 2026.
Melalui penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV, kegiatan ini dapat menjadi ruang srawung kebudayaan yang mempertemukan berbagai gagasan, karya, pengalaman, dan praktik pengelolaan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari sekadar perhelatan seni, Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV diharapkan dapat memperkuat jejaring antartaman budaya, membuka peluang kolaborasi, serta turut mendukung upaya pemajuan kebudayaan nasional melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....