Menjaga Eksistensi Budaya sejak 2008, Batik Sania Kini Jadi Primadona di Magelang

  • 06 Sep 2026 21:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Magelang – Menjaga eksistensi dan kelestarian budaya nusantara, Batik Sania yang dikelola Titin sukses bertahan dan berkembang di Magelang sejak dirintis pada tahun 2008. Usaha yang bermula dari penjualan busana muslim ini bertransformasi menjadi salah satu sentra batik lokal yang konsisten memperkenalkan identitas khas daerah.

Perjalanan Titin menekuni dunia batik diawali dari pesanan busana bermotif batik yang diterimanya belasan tahun silam. Ketertarikan tersebut mendorongnya mengikuti serangkaian pelatihan hingga akhirnya tergerak untuk memproduksi batik sendiri.

Kini, Batik Sania telah memproduksi beragam jenis kain, mulai dari batik tulis, cap, campuran (semi), hingga batik kontemporer dengan ragam corak khas seperti relief Candi Borobudur, stupa, daun bodhi, serta motif Gunung Pring.

Proses Pembuatan Batik Sania (Foto: Tim Dokumentasi KKN STMM Sadana Gunung Pring)

Daya tarik utama Batik Sania tak hanya terletak pada keindahan motif lokalnya, melainkan juga sistem kerja yang inklusif dan humanis. Titin menerapkan kebijakan kerja fleksibel bagi para karyawan lamanya yang telah berkeluarga agar dapat membawa pulang pekerjaan membatik ke rumah.

"Ibu-ibu yang sudah berkeluarga tetap kami izinkan membawa pekerjaan mencanting atau memotong kain ke rumah. Tujuannya supaya mereka tetap memiliki penghasilan mandiri tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus anak di rumah," ujar Titin, Minggu, 6 September 2026.

Pendekatan tersebut diimbangi dengan komitmen tinggi dalam melayani setiap permintaan pasar melalui moto kerja "kudu bisa". Berkat keteguhan tersebut, Batik Sania berhasil menjangkau segmen pasar yang sangat beragam, mulai dari pesanan seragam perguruan tinggi, instansi pemerintahan, desainer busana untuk panggung peragaan (fashion show), hingga rombongan wisatawan dari agen perjalanan.

"Prinsip kami melayani pesanan itu kudu bisa. Apapun tantangannya, baik pesanan khusus untuk pameran maupun seragam instansi, kami upayakan yang terbaik agar karya batik khas Magelang semakin dikenal luas," ujar Titin.

Meski pasokan bahan baku kain masih mengandalkan kiriman distributor pabrik luar daerah, promosi Batik Sania terus bergulir aktif. Melalui kemitraan dengan Dekranasda serta keikutsertaan dalam berbagai pameran dinas pemerintah, produk kearifan lokal Magelang ini terus menunjukkan taringnya di pasar nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....