Keluarga Para Perupa Yogyakarta Gelar Lokakarya

  • 26 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Institut Francais Indonesie (IFI) Yogyakarta, menggandeng sejumlah seniman dalam kegiatan Lokakarya Keluarga Para Perupa Yogyakarta (KPRY). Anang Saptoto dan Dwi Rahmanto, menjadi seniman yang akan terlibat.

Direktur IFI Yogyakarta, Margaux memberi ruang bagi para anggota KPRY, untuk menggelar lokakarya di Galeri IFI, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Di tempat tersebut, mereka akan membuat karya bersama masyarakat umum.

Karya yang dibuat, rencananya akan dipamerkan di tempat yang sama pada bulan Desember mendatang. ”Saya berharap, IFI bisa menjadi wadah bagi masyarakat, yang ingin berkarya dan berkreasi,” katanya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Keluarga Para Rupa Yogyakata (KPRY) yang berdiri tanggal 28 April 2019, difasilitatori seorang perupa bernama Moelyono yang akrab disapa Pak Moel. Sebagai perupa asal Tulungagung, ia sudah berkiprah di Dunia Internasional.

”Pak Moel benar-benar sangat tulus, membersamai anak-anak dari KPRY,” ucapnya. ”Ia juga totalitas melestarikan kebudayaan yang hampir punah seperti Ludruk.”

Dalam hal ini, Pak Moel mengenalkan proses dasar dalam seni rupa yaitu dengan Titik atau menitik. Sebab, titik merupakan hal yang paling mendasar dalam aktivitas seni rupa.

Dari kumpulan titik, bisa menjadi garis baru kemudian bentuk. Bahkan, titik juga bisa menjadi awal pengungkapan ekspresi masing-masing anak, yang membuat mereka bebas bereksplorasi menggunakan berbagai alat dan bahan apa saja.

Salah satu anggota KPRY, yaitu gadis penyandang Sindrom Down bernama Jud, senang menggambar, melukis sejak kelas 1 SD, juga menari dan kadang-kadang menyanyi. Bakat itu, membuat orang tuanya mengarahkan dan mendampinginya, untuk terus mengasah dan mengembangkan bakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....