Sri Sultan HB X Sebar Udhik-Udhik
- 26 Agt 2026 17:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X menyebar udhik-udhik, di kawasan Pagongan Masjid Gedhe Yogyakarta, pada Selasa malam, 25 Agustus 2026. Prosesi itu mengawali rangkaian puncak Hajad Dalem Sekaten.
Sri Sultan menyebar udhik-udhik di prosesi Kondur Gangsa, sebelum dua perangkat gamelan dikembalikan ke Keraton Yogyakarta. Kedua gamelan itu Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga.
Dalam acara itu, Sri Sultan HB X didampingi Putri Dalem GKR Mangkubumi dan GKR Bendara, serta Mantu Dalem KPH Wironegoro dan KPH Purbodiningrat. Turut mendampingi juga perwakilan Kadipaten Pakualaman, para cucu, dan abdi dalem.
Mengenakan baju takwa biru gelap bermotif bunga merah dan putih, Sri Sultan terlebih dulu menuju Pagongan Kidul. Yang menjadi tempat Kiai Gunturmadu berada. Udhik-udhik kemudian disebar kepada Abdi Dalem Wiyaga yang bertugas menabuh Gamelan Sekati.
Masyarakat begitu antusias ketika Sri Sultan menyebarkan udhik-udhik berupa beras kuning, uang logam dan bunga di sekitar Pagongan. Dari Pagongan Kidul, Sri Sultan bersama rombongan kemudian menuju Pagongan Lor, tempat Kiai Nagawilaga berada, untuk kembali menyebarkan udhik-udhik.
Carik Kawedanan Kaprajuritan Keraton Yogyakarta, Mas Jajar Yuda Kawindra menjelaskan, udhik-udhik merupakan simbol sedekah dan berkah Sri Sultan kepada kawula. ”Itu melambangkan sedekah dan berkah bagi rakyat dari Raja Keraton.”
Setelah prosesi di kedua Pagongan, Sri Sultan menuju Kagungan Dalem Masjid Gedhe dan kembali menyebarkan udhik-udhik kepada Abdi Dalem Suranatan. Setelah itu, Sri Sultan menuju serambi Masjid Gedhe untuk mengikuti pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.
Pembacaan dipimpin Kiai Pengulu Keraton dan diikuti para kerabat Pura Pakualaman serta Abdi Dalem perwakilan berbagai kawedanan di Keraton Yogyakarta. Suasana itu berlangsung khusyuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....