Jadwal Lengkap Rangkaian Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta 2026
- 25 Agt 2026 13:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Keraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi tahunan Grebeg Maulud pada Rabu, 26 Agustus 2026. Acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini rutin digelar setiap tahun dengan diawali sejumlah rangkaian tradisi.
Penyelenggaraan tradisi ini merupakan perpaduan unik antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam. Melalui serangkaian prosesi yang khidmat, Grebeg Maulud menjadi cerminan identitas masyarakat Yogyakarta yang plural dan toleran.
Tradisi Grebeg Maulud memiliki akar sejarah mendalam dalam penyebaran Islam di Jawa. Kata grebeg berasal dari istilah gumrebeg yang berarti riuh perayaan. Tradisi ini berawal dari inisiatif Sunan Kalijaga dan pendiri Kerajaan Demak Raden Patah pada abad ke-15 sebagai metode dakwah.
Raja pertama Kesultanan Mataram Sultan Hamengku Buwono I kemudian mengadopsi dan melestarikan tradisi ini di Yogyakarta. Hingga kini, perayaan tersebut menjadi simbol keberkahan sekaligus sarana mempererat hubungan antara Keraton dan rakyat.
Pelaksanaan Grebeg Maulud dirayakan melalui rangkaian prosesi yang terstruktur. Prosesi diawali dengan Miyos Gangsa atau keluarnya Gamelan Sekati menuju Masjid Gedhe Kauman, dilanjutkan Numplak Wajik, Kondur Gangsa, Bethak, hingga Pesowanan Garebeg.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menyaksikan rangkaian Hajad Dalem Sekaten, prosesi Miyos Gangsa telah dimulai pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB dari Kagungan Dalem Pagelaran menuju Masjid Gedhe.
Selanjutnya, Tabuh Gangsa Sekaten berlangsung di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman pada Kamis, 20 Agustus 2026 hingga Selasa, 25 Agustus 2026. Penabuhan gamelan dijadwalkan pada pagi, siang, dan malam hari.
Prosesi Kondur Gangsa atau pengembalian gamelan dari Masjid Gedhe menuju Keraton dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026 selepas Isya. Gamelan dibawa masuk ke Keraton begitu Sri Sultan meninggalkan area Masjid Gedhe.
Puncak acara Garebeg Mulud digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Bangsal Srimanganti secara internal melalui pembagian ubarampe pareden kepada para Abdi Dalem. Untuk memfasilitasi masyarakat, pihak Keraton Yogyakarta menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung melalui kanal media sosial resmi Kraton Jogja.
Sementara itu, pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kraton Jogja. Selain memperdalam iman, tradisi ini diharapkan dapat memperkuat rasa persatuan dan nilai gotong royong warga Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....