Mahasiswa UNY Rawat Seni Kethoprak Lewat Panggung Kreatif
- 13 Agt 2026 09:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus menunjukkan kepedulian dalam melestarikan seni kethoprak melalui panggung kreatif. Mereka membuktikan budaya tradisional tetap relevan bagi generasi muda sekaligus menjadi ruang belajar, berproses, dan membangun karakter.
Tiga mahasiswa UNY Bagas Yoga Anantyo, Oki Trisna Saputra, dan Lala berbagi pengalaman menekuni seni kethoprak sejak masa kuliah. Mereka menilai anggapan bahwa budaya tradisional identik dengan hal kuno muncul karena masyarakat belum merasakan langsung proses berkesenian.
"Budaya bukan sesuatu yang ketinggalan zaman. Banyak orang beranggapan demikian karena belum pernah merasakan nikmatnya proses berkesenian bersama. Justru melalui kethoprak kami belajar berkolaborasi, saling memahami, serta membangun rasa kekeluargaan yang kuat," ucapnya.
Menurut Lala, generasi muda tetap dapat menjalani gaya hidup modern tanpa meninggalkan tanggung jawab menjaga warisan budaya bangsa. Budaya justru menjadi ruang memperluas relasi, mengembangkan kreativitas, serta memperkaya pengalaman hidup melalui kolaborasi.
Ia menceritakan bahwa pagelaran kethoprak yang dipersiapkan mahasiswa merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Sastra Jawa dengan masa latihan mencapai dua bulan penuh. Selama proses latihan, para pemain tidak hanya menghafalkan naskah, tetapi juga membangun kekompakan dan kedisiplinan.
Lala mengaku sempat merasa terpaksa mempelajari karawitan, tetapi akhirnya menemukan kenyamanan setelah memahami nilai di dalamnya. Ia juga menghadapi tantangan menghafalkan dialog panjang, mempelajari bahasa Jawa, hingga mendalami karakter tokoh Mulaceh secara menyeluruh.
Sementara itu, Oki yang sebelumnya lebih menyukai musik mengaku memperoleh pengalaman berharga setelah mendalami seni kethoprak. Ia merasakan proses latihan penuh evaluasi membentuk semangat, keikhlasan, tanggung jawab, serta kepercayaan diri.
Melalui pengalaman tersebut, para mahasiswa berharap semakin banyak generasi muda tertarik mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni kethoprak. Upaya membungkus pertunjukan budaya dengan pendekatan kreatif diyakini mampu meningkatkan minat masyarakat tanpa menghilangkan nilai tradisi. (Gilang Kinantyo Rahmat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....