Seni Tradisi Yogyakarta Bertransformasi Sentuh Generasi Muda
- 13 Agt 2026 06:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan era digital dan pesatnya industri sinema modern membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan seni pertunjukan tradisional. Seni tradisi yang kerap dipersepsikan sebagai produk kebudayaan masa lalu dengan pakem kaku dan durasi panjang kini dituntut untuk beradaptasi.
Pengurus PASRI DIY Tatang Delon saat mengisi acara Pendopo di PRO 4 RRI Yogyakarta menjelaskan bahwa arus modernisasi dan maraknya konten berbasis layar menuntut pelaku seni tradisi melakukan penyesuaian. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi modern tidak berarti menggusur struktur utama pertunjukan, melainkan memperkaya pengalaman visual penonton.
"Ini adalah tentang bagaimana kita mempertahankan sebuah pementasan seni tradisi yang disesuaikan dengan seni modern tanpa harus menghilangkan esensi pakemnya," katanya.
Tatang menjelaskan bahwa generasi muda saat ini tumbuh dalam kultur visual yang dinamis. Oleh karena itu, pementasan seni tradisi mulai mengadopsi elemen sinematik seperti latar visual berbasis videotron, pencahayaan modern, hingga efek khusus. Pendekatan ini terbukti mampu membangun daya tarik visual yang interaktif serta memicu kreativitas generasi muda.
Tatang menegaskan bahwa modernisasi pada hakikatnya bukan mengubah jati diri seni tradisi. Langkah tersebut menjadi bentuk pembaruan cara penyampaian agar tetap relevan dengan zaman.
Praktisi seni tradisi PASRI DIY Sumardiyanto Ketel turut menyoroti tantangan berat yang dihadapi para seniman. Keberlanjutan seni tradisi terus diuji di tengah gempuran budaya populer global dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
"Tugas kita ini terbilang cukup berat. Generasi sekarang dihadapkan pada isu global dan teknologi canggih. Jika kita tidak hati-hati dan tidak sabar, seni tradisi tidak akan bisa bertahan," ujarnya.
Sumardiyanto menyebut respons terhadap perkembangan zaman bukan bentuk kompromi yang mengikis keaslian budaya. Langkah ini menjadi strategi preservasi aktif agar warisan leluhur tidak tergerus waktu.
Melalui pemaduan estetika teater sinematik dan kekuatan cerita tradisi, PASRI DIY optimis seni tradisi akan terus menemukan tempat di hati masyarakat modern. Fleksibilitas ini memungkinkan seni panggung tampil dinamis dan selaras dengan ritme zaman.
Upaya integrasi ini diharapkan dapat menjembatani jurang antargenerasi. Dengan demikian, seni tradisi tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi juga terus bertransformasi serta relevan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....