Sleman Sabet Juara Umum Festival Kethoprak DIY 2026 Lewat Lakon Tatu

  • 10 Agt 2026 11:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kontingen Kabupaten Sleman berhasil memboyong piala bergilir Festival Kethoprak DIY 2026 setelah meraih predikat juara umum. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY tersebut berlangsung di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman pada 7–8 Agustus 2026. Kontingen Sleman merupakan produksi bersama Dinas Kebudayaan Sleman dan Komunitas Kethoprak Sleman (KKS).

Pertunjukan drama kethoprak berjudul Tatu yang disuguhkan kontingen Sleman berhasil memukau penonton dan dewan juri. Alur cerita yang mengalir terbukti memikat penonton, ditambah dengan tata artistik garapan Catur Wintarso dan iringan musik dari Aji Wardaya yang menjadikan seni tradisi tersebut tampil berkelas.

Penulis naskah Dicky Dwi Nurseto menceritakan bahwa lakon tersebut merupakan cerita fiktif dengan latar belakang sejarah pasca-Perjanjian Giyanti, sesuai dengan tema besar festival tahun ini.

“Memang sulit, saya harus banyak membaca, belajar dari para senior, dan menerima masukan dari teman-teman agar bisa menyesuaikan setting cerita serta keterkaitannya dengan sejarah,” katanya.

Melalui karya tersebut, Dicky ingin menyampaikan pesan moral bahwa setiap konflik selalu menyisakan tatu atau luka, baik fisik maupun hati, yang terkadang sulit disembuhkan.

Sutradara pertunjukan Giang Tetuko menceritakan, setelah memegang naskah, ia langsung berkonsultasi dengan para senior untuk berdiskusi mengenai berbagai hal, termasuk pemilihan pemain.

“Jadi keberhasilan ini bukan semata-mata perorangan, melainkan kebersamaan dalam sebuah tim produksi,” ujarnya.

Dalam ajang tersebut, Kontingen Sleman menyapu bersih sejumlah penghargaan perorangan dan kelompok, antara lain:

  • Naskah Terbaik: Dicky Dwi Nurseto
  • Sutradara Terbaik: Giang Tetuko
  • Pemeran Putra Terbaik: Viko Ciblek
  • Pengeprak Terbaik: Dhoni
  • Penampil Terbaik: Kontingen Kabupaten Sleman

Pemeran kethoprak Arya Aditya menilai keberhasilan ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus melangkah dan berkarya.

“Setelah ini kami harus berpikir untuk bisa tetap terus berkarya sebagai keberlanjutan dalam pembinaan generasi muda kethoprak, khususnya di Kabupaten Sleman,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....