Dahlan Culture Festival 2026 Perkuat Dakwah Kultural lewat Sastra Profetik
- 23 Jul 2026 10:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Dahlan Culture Festival 2026 di Panggung Ekspresi Belakang Gedung Pascasarjana UMY, Sabtu, 18 Juli 2026. Festival budaya ini menjadi ruang ekspresi bagi kader IMM se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengaktualisasikan kreativitas sekaligus memperkuat dakwah kultural melalui pendekatan sastra profetik.
Mengusung tema "Berkarya untuk Menginspirasi, Berdakwah untuk Menggerakkan, Sastra Profetik untuk Generasi Berdampak", kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM FAI UMY bekerja sama dengan berbagai organisasi otonom, lembaga seni budaya Persyarikatan Muhammadiyah, serta amal usaha Muhammadiyah.
Ketua Pelaksana Dahlan Culture Festival 2026, Sri Dyah Ayu Fitriani, mengatakan festival ini diharapkan menjadi awal lahirnya agenda budaya yang berkelanjutan di lingkungan IMM. Menurutnya, syiar budaya tidak boleh berhenti pada satu kegiatan, tetapi perlu terus dirawat sebagai bagian dari gerakan dakwah kultural.
"Dahlan Culture Festival hadir dengan harapan besar agar syiar budaya ini tidak hanya berhenti dan selesai pada hari ini saja. Ini adalah loncatan awal. Kami berharap agenda ini dapat terus dirawat dan dilanjutkan secara konsisten di tahun-tahun mendatang sebagai agenda IMM dalam mengawal dakwah budaya kultural DIY," ujarnya.
Festival ini digelar sebagai respons terhadap kebutuhan ruang berekspresi bagi generasi muda dalam bidang seni dan budaya. Melalui pendekatan sastra profetik, kegiatan tersebut bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam karya seni sehingga tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi dan dakwah yang bermakna.
Rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk kompetisi yang melibatkan kader IMM dari berbagai komisariat dan cabang se-DIY. Perlombaan yang diselenggarakan meliputi Solo Song, Musikalisasi Puisi, dan Video Kreatif. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya karya seni yang inspiratif, edukatif, dan relevan dengan dinamika generasi muda.
Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM FAI UMY, Denys Cahya Triska, menegaskan bahwa kader IMM perlu memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui karya budaya.
"Kader IMM hari ini tidak boleh terjebak dalam menara gading akademis semata. Kita harus mampu memandang secara luas dan bergerak agar kehadiran kita bermanfaat bagi umat. Terkhusus di Yogyakarta, kader IMM wajib memiliki kepekaan terhadap kebudayaan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dirawat dan dikembangkan," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PK IMM FAI UMY, Agung Rezki, mengapresiasi kerja keras panitia yang berhasil menghadirkan peserta dari IMM se-DIY. Menurutnya, penyelenggaraan festival ini menunjukkan kontribusi nyata IMM dalam merawat identitas budaya di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II Fakultas Studi Islam dan Peradaban UMY, Muhammad Zaky, yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai budaya yang ditampilkan mahasiswa perlu memiliki nilai integritas dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain menjadi ajang kompetisi seni, Dahlan Culture Festival 2026 juga diharapkan mempererat silaturahmi antar-kader IMM se-DIY, memperkuat identitas budaya, serta menanamkan nilai-nilai profetik kepada generasi muda melalui karya seni yang inspiratif dan berdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....