Lestarikan Bahasa Jawa, Puluhan Pelajar SMP Ikuti Final Lomba Sesorah Kulon Progo
- 22 Jul 2026 13:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo menggelar Babak Final Lomba Sesorah (pidato bahasa Jawa) Tingkat SMP se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kompetisi Bahasa dan Sastra yang diikuti oleh puluhan pelajar menengah pertama untuk menunjukkan kepiawaian mereka dalam berbahasa Jawa.
Dengan mengenakan busana adat Jawa Gagrak Yogyakarta, para peserta tampil anggun dan penuh percaya diri saat membawakan materi sesorah di hadapan dewan juri.
Kepala Seksi Bahasa dan Sastra, Bidang Bahasa, Sastra, Sejarah, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Atmi Purbajati, S.Pd., menyampaikan bahwa ajang tahunan ini digelar sebagai upaya nyata melestarikan budaya dan mendekatkan bahasa Jawa kepada generasi muda.
"Kegiatan ini rutin kami lakukan agar bahasa Jawa semakin dekat di hati para siswa. Kami ingin mereka tidak sekadar tahu, tetapi juga aktif menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, mengingat saat ini sebagian besar anak-anak, remaja, hingga dewasa lebih sering menggunakan bahasa Indonesia," ujar Atmi Purbajati.
Dalam babak final ini, penilaian dilakukan oleh tim juri profesional yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Ratun Untoro dari Balai Bahasa Provinsi DIY, Hilma Oktaviana Fajrin, S.Pd., serta Titik Renggani, S.E., M.M.
Para peserta yang berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 pada ajang ini tidak hanya mendapatkan penghargaan tingkat kabupaten, tetapi juga berhak mewakili Kabupaten Kulon Progo untuk bersaing di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Rangkaian ajang ini telah melalui babak penyisihan terlebih dahulu. Puncak acara dan penyerahan hadiah bagi para pemenang kompetisi Bahasa dan Sastra ini diselenggarakan bertepatan dengan Pementasan Keroncong Laras di Taman Budaya Kulon Progo.
Melalui pementasan dan kompetisi ini, Dinas Kebudayaan Kulon Progo berharap regenerasi penutur bahasa Jawa di kalangan pelajar terus terjaga sekaligus memupuk rasa bangga terhadap warisan tradisi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....