Satu Dekade Merti Kampung Bangunrejo Gerakkan Perekonomian Masyarakat
- 29 Jun 2026 10:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tradisi Merti Kampung menjadi perekat kebersamaan warga Kampung Bangunrejo RW 13, Kelurahan Kricak. Memasuki penyelenggaraan yang ke-10, Merti Kampung tahun ini mengusung tema "Sedasawarsa Ruwat, Rawat, Rawit", yang mencerminkan semangat masyarakat untuk merawat budaya, menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat perekonomian warga.
Rangkaian yang berlangsung selama empat hari itu mencapai puncaknya diselenggarakan pada Minggu, 28 Juni 2026. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, Merti Kampung juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi seni, budaya, hingga produk-produk UMKM lokal.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengapresiasi konsistensi warga Kampung Bangunrejo yang selama satu dekade terus menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, Merti Kampung menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan budaya sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
"Sepuluh kali berturut-turut bukan hal yang mudah, artinya masyarakat memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga tradisi, menjaga kebersamaan, dan menjaga kampungnya. Ini menjadi bagian dari melestarikan budaya, juga melestarikan lingkungan sungai," katanya.
Hadto mengungkapkan, hadirnya seluruh kalangan usia dalam Merti Kampung ini diharapkan bisa terus berkelanjutan, apalagi Kricak sudah menjadi Kelurahan Budaya di Kota Yogyakarta. Ia menyebut, pelestarian budaya akan semakin kuat ketika mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
"Tradisi seperti Merti Kampung perlu terus dipertahankan sebagai ruang belajar sekaligus mempererat hubungan antar generasi," ujarnya.
| Baca juga: Jejak Panjang Sendratari Ramayana Purawisata |
Ketua RW 13 Kampung Bangunrejo, Haryanto menyampaikan, penyelenggaraan Merti Kampung tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa. Selain memasuki usia satu dekade, Kelurahan Kricak juga telah ditetapkan sebagai Kelurahan Budaya setelah sebelumnya menjadi rintisan kampung budaya.
"Status Kelurahan Budaya ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami. Masyarakat ingin membuktikan bahwa budaya tidak hanya dilestarikan melalui pertunjukan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan," ucapnya.
Merti Kampung ini menampikkan sejumlah potensi yang dimiliki Kampung Bangunrejo RW 13, Kelurahan Kricak, seperti seni tari dari enam kontingen, bazar UMKM yang diikuti 36 stan, hingga pelepasan benih ikan di Sungai Winongo sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai. Haryanto mengungkapkan antusiasme masyarakat juga berdampak positif terhadap perekonomian warga. Selama empat hari pelaksanaan, bazar UMKM berhasil membukukan omzet sekitar Rp92 juta.
"Alhamdulillah perputaran ekonomi selama pelaksanaan Merti Kampung sangat baik. Ini menunjukkan kegiatan budaya juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Harapannya ke depan pelaksanaannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas," katanya, mengungkapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....