Winongo Art Festival Hidupkan Sungai dan Ekonomi Warga
- 11 Jun 2026 16:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO,ID, Yogyakarta - Kemantren Ngampilan untuk pertama kalinya akan menggelar Winongo Art Festival 2026 sebagai upaya menghidupkan kembali fungsi Sungai Winongo tidak hanya sebagai saluran air, tetapi juga sebagai ruang budaya, ruang interaksi masyarakat, serta penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM).
Festival tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 di kawasan Bantaran Sungai Winongo, Kampung Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Penyelenggaraan festival ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wilayah Ngampilan yang berada di pusat Kota Yogyakarta. Sebagai salah satu kemantren yang berada di kawasan strategis dan terhubung dengan berbagai pusat aktivitas ekonomi maupun wisata, Ngampilan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis sungai dan budaya.
Keberadaan Sungai Winongo yang membelah wilayah tersebut selama ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang produktif. Melalui Winongo Art Festival, sungai tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur lingkungan, tetapi juga sebagai aset budaya yang mampu menggerakkan aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata masyarakat.
Festival ini juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan kawasan bantaran sungai. Selain mempromosikan destinasi wisata dan ekonomi kreatif, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem Sungai Winongo.
Berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk memeriahkan festival perdana ini. Mulai dari promosi kampung wisata, atraksi seni berbasis sungai, pelestarian tradisi lokal yang dikemas dengan pendekatan modern heritage, hingga pameran dan pemasaran produk unggulan UMKM yang berasal dari wilayah Kemantren Ngampilan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, S.I.P., mengatakan bahwa Winongo Art Festival merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sponsor, komunitas seni, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.
“Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang baik untuk mengangkat potensi wilayah, baik dari sektor UMKM maupun seni dan budaya. Keterlibatan masyarakat secara langsung sebagai motor penggerak di dalamnya diharapkan mampu memperkuat pengembangan pariwisata berbasis sungai di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Winongo Art Festival sekaligus Ketua Kampung Serangan, Suwarto, S.Sn., menjelaskan bahwa festival ini hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan sejumlah program sebelumnya seperti Jogo Kali Jogo maupun Winongo Reborn. Meski demikian, semangat yang diusung tetap berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kawasan sungai.
“Meski berbeda dalam konsep pelaksanaan, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yaitu mewujudkan Sungai Winongo yang bersih, asri, dan produktif. Selain itu, festival ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif untuk membangun branding kawasan bantaran sungai sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik kuat di masa mendatang,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026.
Ruang ekspresi kreatif
Koordinator Seksi Acara, Abdon Zennen, menambahkan bahwa Winongo Art Festival dirancang sebagai ruang ekspresi kreatif bagi para seniman dan komunitas budaya. Melalui berbagai pertunjukan yang disajikan, masyarakat diharapkan dapat menikmati kekayaan seni lokal sekaligus semakin mengenal potensi kawasan bantaran Sungai Winongo.
Beragam pertunjukan seni dan budaya akan ditampilkan dalam festival tersebut, antara lain Sendratari Gebrak Jaranan, Tari Klenting, Lampor Experimental Art, Mocopath Project, Padepokan Kendhali Rasa, Taman Sesaji, serta penampilan grup musik dan berbagai potensi seni anak-anak dari wilayah Kemantren Ngampilan. Ragam pertunjukan itu diharapkan mampu menarik minat wisatawan maupun masyarakat umum untuk berkunjung.
Penyelenggaraan Winongo Art Festival 2026 mendapat dukungan dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Kemantren Ngampilan berharap Sungai Winongo semakin dikenal sebagai ruang publik yang produktif, berkelanjutan, serta menjadi pusat aktivitas budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang membanggakan Kota Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....