Pagelaran Aneka Wayang Kulit Meriahkan World Puppetry Day ke-23 di Yogyakarta

  • 29 Apr 2026 23:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam rangka memperingati World Puppetry Day atau Hari Wayang Dunia ke-23, UNIMA Indonesia berkolaborasi dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menggelar "Pagelaran Seni Budaya Aneka Wayang Kulit".

Peringatan World Puppetry Day tahun ini berlangsung di Yogyakarta dan dipusatkan di dua lokasi, yakni Ndalem Yudhanegaran dan SMK Negeri 1 Kasihan atau yang dikenal SMKI Yogyakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 25 April 2026, dari siang hingga malam hari.

Pagelaran tersebut menghadirkan beragam jenis wayang yang dibawakan oleh dalang dari berbagai kalangan usia. Sejumlah pertunjukan yang ditampilkan di Ndalem Yudhanegaran antara lain wayang kancil oleh Bledug Aglar Rajendra, wayang kulit purwa oleh Kanajalu Rahagi Saka, wayang diponegoro oleh Dimas Bryan Triantoro, wayang goleh menak oleh Davin Mahatama, serta wayang republik oleh Ki Catur Kuncoro.

Sebagai puncak acara, menampilkan pertunjukan wayang orkestra oleh Ki Gunarto Guno Talijendro di SMKI Yogyakarta. Ia dikenal sebagai dalang yang aktif membawa seni wayang ke kancah internasional.

Dalang Ki Catur Kuncoro sekaligus penanggung jawab acara tersebut mengatakan, pembagian lokasi pertunjukan dilakukan sesuai arahan Presiden UNIMA Indonesia, Dimas Samodra Rum.

"Jadi memang wayang-wayang tradisi ditampilkan di Ndalem Yudhanegaran, lalu untuk wayang kontemporer hadir di SMKI," ujarnya saat ditemui di Ndalem Yudhanegaran.

Ia mengatakan, semula acara direncanakan digelar di beberapa titik, termasuk kawasan Pasar Beringharjo untuk konsep street art. Namun, pelaksanaan akhirnya dipusatkan di dua lokasi dan diselenggarakan hanya satu hari.

Salah satu dalang yang tampil dalam acara tersebut, Dimas mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali budaya wayang kepada masyarakat luas. "Ini sangat menarik dan membanggakan, karena kita bisa mengenalkan kembali kebudayaan kita agar semakin berkembang dan mendunia," ujarnya.

Sebagai dalang muda yang tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dimas mengaku telah tertarik pada dunia pedalangan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ia pun berharap seni wayang dapat terus lestari dan diminati generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....