Suar Dalang Perempuan Hadirkan Ruang Ekspresi Bagi Lima Dalang Perempuan DIY

  • 17 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suar Dalang Perempuan hadir sebagai festival seni pertunjukan yang membuka ruang apresiasi sekaligus memperkenalkan dalang perempuan kepada generasi muda. Festival perdana tersebut tidak hanya menghadirkan pagelaran wayang, tetapi juga riset, film dokumenter, dan buku sebagai upaya pelestarian budaya.

Ketua Pelaksana Suar Dalang Perempuan, Endang Purwasari, mengatakan festival itu dirancang untuk menghadirkan ruang ekspresi yang lebih inklusif bagi perempuan. Menurutnya, banyak perempuan berkecimpung dalam seni pertunjukan, namun kiprahnya masih jarang mendapatkan perhatian luas dari masyarakat.

"Festival ini kami gagas untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus ruang inklusif bagi teman-teman dalang perempuan yang bergerak di seni pertunjukan. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka sebenarnya sudah ada, hanya saja belum banyak mendapat perhatian," ujarnya.

Dalam obrolan Sore Ceria Pro2 Jogja, Kamis, 16 Juli, Endang menjelaskan rangkaian kegiatan tidak berhenti pada festival, melainkan diawali riset mendalam terhadap lima dalang perempuan yang terlibat dalam program. Hasil riset tersebut selanjutnya akan dikembangkan menjadi film dokumenter serta buku berbasis etnografi visual sebagai arsip budaya yang berkelanjutan.

"Kami melakukan riset, mendokumentasikan perjalanan para dalang, kemudian menyusun film dokumenter dan buku profil berbasis etnografi visual. Harapannya, kontribusi festival ini tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi menjadi arsip budaya yang bermanfaat," kata Endang.

Salah satu dalang perempuan yang akan tampil adalah Anisyah Padmanilasari, yang mulai mendalami dunia pedalangan sejak memasuki Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2013. Ketertarikan yang awalnya muncul secara tidak sengaja berubah menjadi komitmen panjang untuk terus mempelajari sekaligus melestarikan kebudayaan Jawa.

"Awalnya saya masuk jurusan pedalangan secara tidak sengaja, tetapi kemudian menemukan ruang eksplorasi yang tidak akan pernah habis dipelajari, bisa seumur hidup belajar tentang dunia pedalangan. Saya akhirnya memutuskan fokus menjadi bagian yang ikut nguri-uri kebudayaan melalui dunia pedalangan," ujar Anisyah.

Suar Dalang Perempuan menghadirkan lima dalang perempuan muda yang mewakili Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, serta Gunungkidul dalam satu panggung. Masing-masing penampil membawakan pertunjukan wayang kulit berdurasi 30 menit sehingga lebih mudah dinikmati masyarakat, khususnya generasi muda.

Festival tersebut terbuka gratis untuk umum dan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 di SMKI Yogyakarta mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Penyelenggara berharap konsep pertunjukan siang hari dengan durasi singkat mampu menghadirkan pengalaman baru menikmati wayang tanpa harus menyaksikan pertunjukan semalam suntuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....