Bupati Kulon Progo Berikan Apresiasi Tinggi Sanggar Langit Alang-alang

  • 29 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Sanggar Langit Alang-Alang yang telah genap berusia 13 tahun. Dalam acara peringatan hari jadi yang ditandai dengan pertunjukan kolosal bertajuk "Gema Langit Alang-Alang", beliau menekankan pentingnya wadah seni di tengah gempuran teknologi modern.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa keberadaan sanggar seni saat ini memiliki peran krusial sebagai penyeimbang perkembangan teknologi. Di saat anak-anak semakin akrab dengan gadget, Sanggar Langit Alang-alang hadir memberikan ruang nyata bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas, gerak, dan interaksi sosial yang sehat.

"Saya merasakan kehangatan ditengah hegemoni anak-anak kita yang semakin sulit untuk kita pahami karena sangat terbukanya jendela informationsangat mudah diakses melalui gadget. Sanggar Langit Alang-alang memberikan satu solusi untuk orang tua bisa lebih mempercayai keberadaannya untuk membina karakter anak-anak agar tidak bergantung pada gadget," ujar Agung.

Sebagai pemangku kebijakan, Agung merasa bangga dengan keberadaan Sanggar Langit Alang-alang yang menjadi bukti Kulon Progo adalah daerah yang menjunjung kultur budaya dan seni budaya yang ada di masyarakat. Ia memberikan apresiasi positif atas keberhasilan Sanggar Langit Alang-alang dalam membina, mendidik para siswa untuk dapat membenahi karakter dirinya.

Hal senada juga diungkapkan oleh para orang tua/wali murid yang merasakan perubahan signifikan pada perkembangan anak-anak mereka. Titi, salah satu orang tua murid sanggar, mengungkapkan kebanggaannya melihat sang buah hati kini menjadi lebih percaya diri.

"Saya ingin anak saya belajar menari dan mengembangkan bakatnya dengan rasa bahagia. Setelah bergabung dengan Sanggar Langit Alang-alang, saya melihat perubahan luar biasa; ia jadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan sangat ekspresif setiap kali tampil di berbagai acara," ujar Titi.

Tantangan untuk tetap konsisten dalam melestarikan budaya juga dirasakan oleh wali murid lainnya, Fitri. Ia menceritakan bagaimana putranya, Vito, mulai bergabung demi memperkuat perwakilan laki-laki dalam tim Kalurahan Budaya dari Giripeni.

Meski harus menjalani jadwal latihan yang padat, termasuk saat bulan Ramadan, para siswa menunjukkan dedikasi yang tinggi. "Vito tetap konsisten berlatih meskipun saat itu sedang berpuasa. Di sini anak-anak belajar arti tanggung jawab dan komitmen sejak dini," ujarnya.

Pertunjukan kolosal "Gema Langit Alang-Alang" menjadi bukti nyata dari hasil ketekunan para siswa sanggar, mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Tidak hanya sekadar menampilkan tarian, namun juga kolaborasi antar disipliner seperti teater, seni rupa, pedhalangan, lagu dolanan dan musik kontemporer.

Perayaan ke-13 Sanggar Langit Alang-alang ini diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi pelaku seni lainnya di Kulon Progo. Agar sanggar serupa dapat tetap eksis dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus membentuk karakter generasi penerus yang tangguh di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....