Semangat Kartini Menguatkan Perempuan Hadapi Tantangan Zaman

  • 23 Apr 2026 06:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan, bahkan semakin dibutuhkan di tengah tantangan zaman modern yang kian kompleks.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Karena Anda Adalah Kekasih Allah (KAWAL) Indonesia menggelar kegiatan bertema “Jejak Kartini dalam Kebijakan Ormas Perempuan sebagai Agen Perubahan” pada Selasa, 21 Apri 2026 di GRAMM Hotel Jogja. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Pelayanan KAWAL Indonesia dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY).

Melalui forum KAWAL Indonesia di GRAMM Hotel Jogja, semangat Raden Ajeng Kartini dihidupkan kembali lewat dialog dan pemikiran kritis. (Foto: Istimewa)

Dalam pemaparannya, Haryadi Baskoro menegaskan bahwa kontribusi Kartini tidak hanya terbatas pada masa hidupnya (1879–1904), tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan perempuan Indonesia saat ini. “Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, mendorong emansipasi, serta menghadirkan pemikiran progresif tentang kesetaraan gender. Ia menjadi inspirasi perubahan bagi generasi setelahnya,” ujarnya.

Semangat Kartini kemudian melahirkan tokoh-tokoh perempuan inspiratif di berbagai daerah, seperti Dewi Sartika, Rohana Kudus, hingga Rasuna Said. Selain itu, Nyai Ahmad Dahlan dan Maria Walanda Maramis juga berperan besar dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan di wilayahnya masing-masing.

Semangat Hari Kartini terasa dalam forum KAWAL Indonesia di GRAMM Hotel Jogja, saat gagasan dan pengalaman berbagi untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan. (Foto: Istimewa)

Di DIY, peran perempuan dalam kepemimpinan semakin terlihat dengan hadirnya perempuan di posisi strategis, mulai dari Sekretaris Daerah hingga kepala dinas di berbagai sektor. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai pelengkap, melainkan sebagai pengambil keputusan dalam pembangunan daerah.

Meski demikian, perempuan masa kini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti beban ganda antara pekerjaan dan rumah tangga, kesenjangan ekonomi dan karier, hingga stereotip sosial. Ketua KAWAL Indonesia, Sarlin Mataheru, menekankan pentingnya kesadaran sosial bagi perempuan. “Perempuan harus tajam terhadap isu-isu sosial dan terus memperkaya diri dengan pengetahuan,” ungkapnya.

Kepala Badan Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kesetaraan dan partisipasi perempuan. “Kami berkomitmen untuk terus menciptakan ruang partisipasi yang setara, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Sinergi antara pemerintah, ormas, dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama,” ujarnya. Ia berharap peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai, dan perempuan Indonesia harus terus melangkah maju sebagai agen perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....