Perempuan Benteng Tradisi di Era Global
- 07 Apr 2026 09:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah gempuran era digital yang kian masif, pelestarian adat dan seni tradisi menghadapi tantangan yang tidak mudah. Namun, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harapan itu terus menyala, salah satunya berkat peran besar kaum perempuan. Paguyuban seni tradisi (Pasri) DIY kini menempatkan perempuan sebagai ujung tombak dalam menjaga ruh tradisi agar tak lekang oleh zaman.
Pasri DIY terus berupaya menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan media digital yang beragam menuntut lembaga kebudayaan untuk lebih adaptif. Jumiyo siswo pangarso, SPd dari Pasri DIY, dalam dialog di di PRO4 RRI Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, menyampaikan strategi pelestarian saat ini tidak bisa lagi hanya terpaku pada cara-cara lama, melainkan harus menemukan terobosan baru yang relevan dengan masa kini tanpa menghilangkan identitas aslinya istilahnya nut zaman klakone. tidak pula hanya mengandalkan kakum pria saja, tetapi kaum wanita juga dilibatkan dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Di dalam Pasri DIY sendiri, keterlibatan perempuan sangat mendominasi. Para perempuan ini bukan sekadar pelengkap atau penonton, melainkan pelaku aktif dan motor penggerak kegiatan seni tradisi di wilayah masing-masing. Keterlibatan mereka menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama dalam memberikan pendidikan informal mengenai budaya di tingkat akar rumput.
Sementara menurut anggota pasri yang lain Mutia sutartiyani, kekhawatirannya terhadap generasi muda yang mulai kehilangan arah dan lebih tertarik pada gaya hidup luar daripada tradisi Jawa yang adiluhung. Beliau menyoroti bagaimana sopan santun dan tata krama khas Yogyakarta mulai tergerus oleh gaya hidup 'gaul' masa kini.
Mutia menjelaskan kaum perempuan semestinya media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana edukasi budaya adalah cara paling efektif untuk merangkul generasi Z. Perempuan, terutama dalam peran sebagai ibu, memegang kunci utama untuk mentransfer nilai-nilai budaya tersebut di lingkungan keluarga sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....