DPKP DIY Sukses Gelar Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Kulon Progo
- 04 Okt 2026 02:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemda DIY melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY sukses menyelenggarakan ajang Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 2–3 Oktober 2026 pukul 07.30–16.00 WIB ini bertempat di Jogja Agro Park, Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta.
Mengusung tema “Tuwuh Ngrembaka, Ngembangno Lumbung Mataraman – Modernitas dalam Kearifan Lokal,” kegiatan ini dihadirkan untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang tengah dihadapi para petani di era modern. dan Lumbung Mataraman akan menjadi budaya di Yogyakarta.
Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, dalam keterangannya menegaskan bahwa Lumbung Mataraman merupakan program unggulan Pemda DIY di sektor pertanian yang dirancang sebagai solusi nyata bagi persoalan petani saat ini.
"Lumbung Mataraman hadir sebagai program unggulan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para petani, sekaligus memperkuat swasembada pangan yang sehat dan berkualitas," ujar Aris Eko Nugroho Sabtu 3 Oktober 2026..
Kegiatan akbar ini diikuti oleh lebih dari 40 stan dari seluruh kabupaten/kota se-DIY, yang menampilkan berbagai inovasi, potensi desa, teknologi pertanian modern, hingga produk pangan lokal unggulan.

Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 dimeriahkan oleh berbagai agenda menarik yang melibatkan masyarakat luas, pelajar, hingga para pelaku utama pertanian, antara lain:
| Baca juga: Kisah Inspiratif Arifin Lolos SNBP di UGM |
- Pameran Desa Lumbung Mataraman dan Inovasi Lahan Terbatas
- Pameran dan Gelar Teknologi pertanian terkini
- Gerakan Pangan Murah untuk membantu kestabilan kebutuhan masyarakat
- Talkshow inspiratif dan Lomba Olahan Berbahan Ubi tingkat SMK se-DIY
- Berbagai layanan publik serta hiburan menarik bagi pengunjung
Salah satu daya tarik utama yang paling dinantikan dalam perhelatan ini adalah kegiatan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) yang bekerja sama dengan Pro 4 RRI Yogyakarta melalui siaran Mbangundesa.
Acara Kelompencapir ini menjadi wadah unjuk kebolehan dan asah terampil antar kelompok tani dari 4 kabupaten dan 1 kota di DIY dalam menguasai bidang pertanian. Ciri khas kegiatan ini diawali dengan sesi "Sambung Rasa", sebuah ruang dialog interaktif bagi para petani untuk menyampaikan berbagai permasalahan di lapangan secara langsung dan mendapatkan solusi terbaik dari DPKP DIY.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran para suporter dari masing-masing kontingen kelompok tani. Stepen, salah satu petani milenial asal Gunungkidul, mengungkapkan antusiasme dan kesan positifnya terhadap acara ini.
"Senang sekali bisa mengikuti acara ini. Ternyata wadah sambung rasa ini sangat bagus, terutama bagi petani milenial yang ingin berkonsultasi atau bertanya jika ada hal-hal terkait pertanian yang kurang dipahami," ujar Stepen.
Melalui penyelenggaraan Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026, diharapkan seluruh elemen masyarakat, petani, dan pemerintah dapat terus bergerak bersama. Langkah sinergis ini menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang inovatif, menghasilkan pangan lokal yang berdaya saing tinggi, serta mencetak masyarakat yang semakin mandiri demi memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat di DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....