Kisah Inspiratif Arifin Lolos SNBP di UGM
- 09 Jul 2026 12:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Kebahagiaan mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Nur Arifin, warga Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul. Remaja lulusan SMAN 1 Bantul ini berhasil diterima di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Arifin yang lahir pada 17 Juli 2006 ini mengaku sempat tidak menyangka bisa lolos ke kampus biru. Saat proses pemilihan jurusan, beberapa guru di sekolahnya bahkan sempat menyarankan untuk memilih program studi lain. Namun, kecintaannya pada dunia peternakan membuat tekadnya bulat.
"Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Meski dulu pernah sedih karena kambing peliharaan mati saat SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang," ujar Arifin saat ditemui di kediamannya, Selasa , 7 Juli 2026.
Minatnya semakin kuat karena ia bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan, serta mendalami bidang nutrisi dan pangan. Menjelang perkuliahan dimulai, Arifin memilih produktif dengan membantu kegiatan peternakan di THR Farm, Karanganyar, untuk belajar langsung cara memberi pakan, mengambil telur, hingga memantau suhu kandang.
Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan, mengingat sang ayah, Karyana, yang bekerja sebagai tukang kayu telah meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu. Sejak saat itu, ibunya, Ngalimah, menjadi tulang punggung tunggal.
Untuk menghidupi keluarga, Ngalimah mengandalkan pendapatan dari berjualan keripik pisang berdasarkan pesanan. Di sela kesibukannya, ia juga aktif mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan mengadakan pengajian anak-anak kampung di teras rumahnya setiap selesai salat Magrib.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya," ujar Ngalimah dengan haru.
Ngalimah menceritakan bahwa putranya tidak pernah mengikuti les tambahan. Kuncinya hanya satu, yaitu kedisiplinan dan selalu fokus saat mendengarkan penjelasan guru di sekolah. Selain di bidang akademik, Arifin juga bertalenta di bidang seni dan pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat Provinsi DIY.
Kisah perjuangan Arifin memantik perhatian langsung dari pihak universitas. Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., beserta jajaran dekanat meluangkan waktu untuk mengunjungi rumah Arifin di Bantul.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Budi Guntoro menyampaikan selamat sekaligus memastikan bahwa Arifin akan mendapatkan beasiswa kuliah gratis agar dapat menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya.
"Selamat Mas Arifin. Ke depan harus fokus, baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik," kataProf. Budi.
Ia menegaskan, Fapet UGM berkomitmen penuh memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda berprestasi untuk mengenyam bangku kuliah. Pihak fakultas akan terus memberikan dukungan optimal agar seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan studi mereka dengan tenang dan sukses.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....