Pentingnya Ketekunan dan Istiqomah untuk Meraih Keridhaan Alloh SWT

  • 30 Sep 2026 22:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sikap tekun dan konsisten (istiqomah) merupakan kunci utama bagi seseorang untuk mencapai cita-cita serta memperoleh keridhaan Allah SWT. Ketekunan dan konsistensi (Istikomah) dalam melakukan kebaikan, sekecil apa pun itu, merupakan kunci utama terbentuknya kebiasaan yang baik serta keberkahan dalam hidup. Amalan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dan konstan jauh lebih baik dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali atau sehari saja.

Menurut Ustadzah Rochimatulaily, SHI., Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY dalam program religi RRI Yogykarta mengatakan bahwa ketekunan tidak hanya ditunjukkan saat seseorang sedang bersemangat. Ketekunan justru diuji ketika seseorang tetap konsisten menjalankan usahanya meski dalam kondisi lelah, belum melihat hasil yang nyata, atau tanpa adanya pujian dari orang lain.

Menurutnya konsep ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat An-Najm ayat 39, yang menegaskan bahwa manusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Oleh karena itu, keberhasilan tidak bisa didapatkan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang seperti menanam, merawat, hingga akhirnya memetik hasil.

Untuk itu Ustadzah Laily mengingatkan perjuangan dalam meniti ketekunan tentu tidak lepas dari tantangan dan rasa lelah. Sering kali muncul keraguan, cemoohan, atau rasa ketidakpercayaan dari lingkungan sekitar. Namun, dalam kondisi tersebut, setiap muslim diimbau untuk selalu mengingat bahwa hal terpenting bukanlah seberapa cepat seseorang sampai pada tujuan, melainkan konsistensi untuk terus melangkah.

Penceramah menegaskan Ketekunan harus selalu berlandaskan ilmu dan evaluasi. Apabila suatu usaha atau metode belum membuahkan hasil, maka perlu dilakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan tersebut, bukan sekadar memaksakan kehendak tanpa perubahan. Hal ini sejalan dengan pesan hadis yang mengingatkan agar seorang mukmin tidak jatuh ke lubang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Menurutnya terkadang masyarakat hanya melihat keberhasilan seseorang dari luar tanpa mengetahui proses panjang di belakangnya. Oleh karena itu, ia mengajak untuk tidak hanya melihat hasil akhir orang lain, melainkan menghargai proses dan fokus mawas diri terhadap proses pribadi.

Ustadzah Laily mengingatkan tentang prinsip "alon-alon waton kelakon" (pelan-pelan asal terlaksana/tercapai). Melangkah secara perlahan, tersandung, atau mengalami kegagalan sekali dua kali bukanlah satu masalah. Ia mengatakan hal yang tidak diperbolehkan adalah berhenti melangkah dan enggan untuk mencoba lagi. Pintu tobat dan kesempatan dari Allah selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin terus berusaha.

Diakhir ceramahnya Ia menyebut dengan menerapkan sikap tekun, sabar, Istikomah, dan tawakal, usaha seseorang akan sampai pada tujuan yang diharapkan. Selain itu senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan untuk tekun dalam beribadah, bekerja, menjaga keluarga, serta menuntut ilmu, sehingga memperoleh keberkatan hidup, keluarga yang sakinah, rezeki yang halal, dan keridhoan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....