Mahasiswa UNY Ajak Siswa Berbah Olah Sampah Organik

  • 17 Sep 2026 22:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2026 melaksanakan program kerja pembuatan kompos di SMP Negeri 2 Berbah, Sleman, Jumat 11 September 2026. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Kegiatan Rutin Integratif Berbasis Delapan Dimensi Lulusan (KRIDA) dan melibatkan 384 siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah.

Program pembuatan kompos menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Belajar mengolah sampah organik menjadi kompos bersama mahasiswa PK UNY. (Foto: Dok. Tim PK UNY SMPN 2 Berbah)

Kegiatan diawali dengan pengumpulan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekolah, seperti daun kering dan sisa tumbuhan. Mahasiswa PK kemudian mendampingi para siswa dalam mengenali jenis bahan yang dapat dimanfaatkan, mengumpulkannya, hingga mengolah bahan organik tersebut menjadi kompos. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pengelolaan limbah organik.

Guru SMP Negeri 2 Berbah, Irfan, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah karena pengolahan sampah organik sebelumnya belum banyak dilakukan secara terarah. Menurutnya, kegiatan ini membuka peluang untuk mengubah sampah yang sebelumnya menjadi limbah dan dibakar sehingga berpotensi menimbulkan polusi menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.

Mahasiswa PK UNY mendampingi siswa SMP Negeri 2 Berbah belajar mengolah sampah organik menjadi kompos. (Foto: Dok. Tim PK UNY SMPN 2 Berbah)

“Program pembuatan kompos ini sangat baik. Sampah yang tadinya hanya menjadi limbah dan dibakar hingga menyebabkan polusi, kini diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” ujar Irfan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga pengetahuan siswa mengenai pemanfaatan daun kering dan sampah organik tidak berhenti pada kegiatan di sekolah.

Apresiasi juga disampaikan Muhadi selaku pihak sekolah. Ia mengatakan program tersebut memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mengelola sampah dan limbah di sekitar sekolah agar dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, kegiatan tersebut membantu mengaktifkan kembali sarana komposter yang sebelumnya sudah lama tidak digunakan. “Pihak sekolah sangat mengapresiasi program pembuatan kompos ini karena dapat mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pengolahan sampah dan limbah di sekitar sekolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan tanaman,” ucap Muhadi.

Semangat ratusan siswa SMP Negeri 2 Berbah bersama mahasiswa PK UNY dalam aksi peduli lingkungan. (Foto: Dok. Tim PK UNY SMPN 2 Berbah)

Respons positif turut disampaikan Yola, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Berbah. Menurutnya, praktik membuat kompos memberikan pengalaman baru sekaligus menunjukkan bahwa limbah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. “Saya jadi tahu bagaimana memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang berguna. Jika ada waktu luang, saya tertarik untuk mencobanya sendiri di rumah,” katanya. Melalui kegiatan tersebut, kompos yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perawatan tanaman di lingkungan sekolah sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....