Regenerasi Petani Jadi Sorotan Masa Depan Pertanian Sleman
- 19 Sep 2026 10:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Sleman kembali menyoroti pentingnya regenerasi petani di tengah perubahan zaman dan tantangan sektor pertanian. Isu tersebut menjadi pembahasan dalam Gelar Parlemen TVRI Yogyakarta pada Kamis 17 September 2026, yang menghadirkan Wakil Ketua I DPRD Sleman Ani Martanti, Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar, serta petani milenial Patrick Yuniarta. Diskusi menyoroti kebutuhan membangun ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda sekaligus menjawab perkembangan teknologi dan pasar.
Wakil Ketua I DPRD Sleman Ani Martanti mengatakan regenerasi petani tidak cukup hanya mengandalkan minat generasi muda. Menurutnya, diperlukan dukungan dan sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda agar sektor pertanian memiliki ruang tumbuh yang berkelanjutan. “Kita perlu membangun ekosistem pertanian yang menarik,” ujar Ani dalam diskusi tersebut.
Ani menilai ekosistem yang mendukung perlu memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh kepastian dalam menjalankan usaha pertanian. Penguasaan teknologi, akses terhadap pasar, pendampingan, hingga penguatan kapasitas usaha menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan. Penguatan petani muda juga sejalan dengan berbagai program pengembangan pertanian di Sleman yang mendorong transformasi teknologi dan hilirisasi produk pertanian.
Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar turut memaparkan strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian melalui dukungan kepada generasi muda. Ia menekankan perlunya mengubah pandangan terhadap profesi petani agar tidak hanya dipahami sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai bidang usaha yang memiliki peluang ekonomi dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Generasi muda harus melihat pertanian memiliki prospek dan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi,” kata Abu Bakar.
Upaya mendorong regenerasi tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan Program Tani Milenial, yang diarahkan pada pelatihan, pendampingan agroteknopreneur, serta penguatan minat bertani dengan pendekatan yang lebih modern. Pengembangan petani milenial di Sleman sebelumnya juga diarahkan pada hilirisasi produk, akses pasar, teknologi, kelembagaan, serta peningkatan kapasitas usaha. Pemerintah Kabupaten Sleman pada 2024 bahkan menargetkan percepatan pertumbuhan 1.000 wirausaha petani milenial.
Dalam diskusi tersebut, Petani Milenial Patrick Yuniarta menyampaikan perspektif dari lapangan mengenai kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian. Kehadirannya memberikan gambaran bahwa pembahasan regenerasi tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga menyangkut pengalaman dan kebutuhan petani muda dalam mengembangkan usaha. Akses pendampingan, peningkatan kapasitas, teknologi, dan peluang ekonomi menjadi bagian penting agar generasi muda memiliki ruang lebih luas untuk terlibat dalam pertanian.
Pembahasan regenerasi petani menjadi semakin relevan seiring kebutuhan menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Forum Komunikasi Petani Milenial Sleman juga telah menjadi salah satu wadah penguatan jejaring petani muda dan transformasi teknologi pertanian. Kolaborasi pemerintah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, dan petani muda diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi penerus sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian Sleman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....