Mendorong Perpustakaan Hadir Lebih Dekat di tengah Masyarakat

  • 14 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan setiap tanggal 14 September dinilai tidak sekadar momentum bagi masyarakat untuk mendatangi gedung perpustakaan. Hari peringatan ini menjadi kesempatan bagi pustakawan dan pegiat literasi untuk hadir langsung di tengah masyarakat guna memahami tantangan literasi dari dekat.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto menyampaikan bahwa gerakan literasi perlu ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang literasi akar rumput seperti pesantren dan taman baca masyarakat.

“Literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca teks, tetapi menjadi proses transformasi yang utuh dan mampu melahirkan masyarakat yang madani,” katanya di Yogyakarta, Senin, 14 September 2026.

Mengusung tema "Buku: Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran", Perpusnas menekankan peran penting buku di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui buku, masyarakat diajak merawat ingatan sejarah serta mewariskan pengetahuan antargenerasi.

Penulis novel Negeri 5 Menara Ahmad Fuadi menambahkan bahwa buku merupakan buah dari proses pemikiran yang mendalam melalui tahapan menyaksikan peristiwa, merenung, menuliskan memori, hingga membacanya kembali.

“Ada tiga proses sebelum menulis buku. Pertama menyaksikan momen lalu merenung, kedua menuliskan memori ke buku, dan ketiga proses membaca ulang,” ucapnya.

Melalui momentum ini, perpustakaan diharapkan bertransformasi tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan ruang perjumpaan inklusif, pertukaran pengetahuan, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....